Maret 5, 2021

HOTNEWS

Penyedia Berita & Informasi Terupdate

Mahal tapi Diborong, PBV Tak Cocok Buat Valuasi Bank Digital?


Jakarta, HOTNEWS – PT Bank Bumi Arta Tbk. (BNBA) menjadi top gainer di pekan ini, di Bursa Efek Indonesia (BEI). Harga sahamnya melesat lebih dari 128% ke Rp 1.370/saham.

Penguatan saham BNBA ini terjadi di tengah kabar pasar menyebutkan bahwa Sea Group, induk perusahaan e-commerce Shopee yang berbasis di Singapura, diisukan tertarik mencaplok Bank Bumi Arta dan PT Bank Capital Tbk (BACA) untuk ekspansi ke bisnis bank digital.



Bank digital sedang menjadi tren baru di Indonesia. Sebelumnya BNBA, PT Bank Jago Tbk. (ARTO) yang pertama kali menjadi pusat perhatian di kalangan pelaku pasar. Tahun 2019, bank BUKU I yang modalnya di bawah Rp 1 triliun tersebut masih bernama PT Bank Artos Tbk.

Di penghujung tahun 2019, 51% saham ARTO diakuisisi oleh PT Metamorfosis & Wealth Track Technology. Nilai akuisisinya mencapai hampir Rp 240 miliar atau 2 kali nilai bukunya saat itu.

Setelah resmi diakuisisi dan sempat menerbitkan saham baru melalaui right issue, saham ARTO melesat gila-gilaan. Hanya dalam waktu satu tahun saja, nilai kapitalisasi pasar ARTO melejit ribuan persen. Apalagi setelah Gojek ikut masuk mengakuisisi 22% ARTO lewat sayap bisnis keuangannya yaitu GoPay.

Kemudian ada lagi PT Bank Harda Internasional Tbk (BBHI), yang diakusisi oleh PT Mega Corpora milik Chairul Tanjung (CT).

CT mengakuisisi 73,71% saham bank BUKU I tersebut dari PT Hakim Putra Perkasa. BBHI juga nantinya akan dipermak menjadi bank digital.

Bank digital memiliki beberapa keuntungan dibandingkan bank konvensional. Salah satunya, bank digital akan lebih efisien ketimbang bank konvensional.

Pembukaan rekening misalnya, bisa dilakukan secara online, artinya bank digital tidak membutuhkan customer service untuk membantu calon nasabah untuk membuka rekening. Dengan demikian, jumlah karyawan yang dibutuhkan oleh bank digital tentunya jauh lebih sedikit ketimbang bank konvensional.

Ketika semua bisa dilakukan secara online, maka kantor cabang juga tidak diperlukan. Sehingga biaya operasional bank digital diperkirakan akan lebih rendah ketimbang bank konvensional.

HALAMAN SELANJUTNYA >>> Terus Diborong, PBV ARTO Capai 76,7 Kali

Di Kutip Dari Berbagai Sumber

HOT NEWS