Maret 5, 2021

HOTNEWS

Penyedia Berita & Informasi Terupdate

Saat TNI-Polri Berjuang, 2 Oknum Polisi Ini Malah Jual Senjata dan Amunisi ke OPM Papua – Radar Pekalongan Online


Dua orang anggota polisi di Maluku ditangkap karena menjual senjata api dan amunisi ke Organisasi Papua Merdeka atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Dua anggota kepolisian Polresta Ambon dan Pulau-pulau Lease ditangkap setelah menjual senjata api dan amunisi ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

“Masih dilakukan pengembangan, nanti akan diekspos terbuka,”Kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Mohamad Roem Ohoirat, melalui pesan singkat, Minggu (21/2).

Kata Kombes Ohoirat, penangkapan itu berawal saat Polres Bintuni Papua Barat menangkap seorang warga yang membawa senjata api.

Dari hasil penyelidikan terungkap senjata api tersebut dibeli dari Ambon.

Kedua oknum polisi ini merupakan anggota polisi dari Polresta Ambon dan Pulau-Pulau Lease.

“Itu kan masih kita kembangkan, memang ada beberapa yang diamankan,” kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Mohamad Roem Ohoirat, kepada wartawan, Minggu.

Kombes Roem belum menjelaskan secara detail identitas, peran kedua anggota polisi, dan jenis senjata tersebut. Menurutnya, saat ini anggota polisi itu masih dilakukan pemeriksaan.

“Memang ada beberapa yang diamankan untuk dilakukan pemeriksaan tapi masih dalam pendalaman gitu,” ucapnya.

Dia menjelaskan awal mula terungkapnya ada anggota polisi di Maluku yang menjual senjata dan amunisi ke Papua.

Menurut dia, kejadian berawal saat Polres Bintuni, Papua Barat, menangkap seorang warga yang kedapatan membawa senjata api dan amunisi, Rabu (10/2) lalu.

“Kejadian awalnya di Bintuni, ditangkap oleh Polres Bintuni. Kemudian dari hasil penyelidikan senjata-senjata itu berasal dari Ambon,” jelasnya.

“Kemudian Polres Ambon melakukan penyelidikan. Dan sementara masih ini kita penyelidikan,” pungkasnya.

Polisi menemukan satu revolver, satu senjata api laras panjang, 600 butir amunisi berukuran kaliber 3,8 dan satu magasin.

Polisi juga mengamankan uang tunai pecahan lima puluh ribu senilai Rp450 ribu, surat keterangan bebas negatif Covid-19, dan satu ponsel. (ral/int/pojoksatu)

Dikutip dari Berbagai Sumber

HotNews