Ini Bukan Kalimantan Tapi Pekalongan, Penjual Sayur Berperahu Gegara Banjir

  • Bagikan


Kota Pekalongan – Banjir di Kota Pekalongan yang belum surut tak membuat pasangan suami istri, Nuryanto (34) dan Hidayah (26), berpangku tangan. Pasutri warga Panjang Wetan, Pekalongan Utara, ini tetap beraktivitas dengan berjualan sayur keliling naik perahu di tengah banjir.
“Sejak banjir saya gunakan perahu suami saya. Keliling dari perumahan satu ke perumahan lainnya,” kata Hidayah saat ditemui detik,com di sela aktivitasnya, Senin (22/2/2021).

“Jam dua pagi saya berjalan dari rumah ke pasar. Satu jam sampai pasar, untuk membeli sayuran, sebelum saya keliling ke permukiman-permukiman,” ucap ibu beranak dua ini.

Saat berjualan, perahu dinaiki Hidayah dengan sayur dagangannya. Sementara sang suami, Nuryanto, bertugas menarik atau mendorong perahu.

“Saya naikin perahu, suami yang menarik perahu. Dari kampung ke kampung, keliling. Sampai jam satu siang baru pulang ke rumah,” terangnya.

Warga yang membeli sayuran adalah mereka yang tidak mengungsi dan tetap bertahan di rumah di tengah kepungan banjir. Menurut Hidayah, aktivitasnya jualan sayur naik perahu kerap disebut seperti pasar terapung.

“Katanya sih begitu. Kayak di Kalimantan saja. Lha nyatanya kalau pakai sepeda sulit ya saat banjir seperti ini,” ucap Hidayah.

Salah satu warga yang bertahan di rumah dan pelanggan sayur Hidayah, Mulyani (53), mengaku tidak mengungsi karena ada bagian rumah yang masih bisa dimanfaatkan untuk ditempati.

“Saya masih bertahan di rumah, karena masih ada ruangan yang bisa ditempati. Rumah sini rata-rata ka sudah ditinggikan. Warga yang bertahan di rumah ini, mengandalkan pedagang sayur untuk makannya,” jelas Mulyani, warga Kelurahan Panjang Baru.

Mulyani sendiri salut atas usaha Hidayah dan suaminya, walaupun di tengah banjir tetap semangat berjualan.

“Kalau tidak ada bakul sayur, kita mau makan dari mana, wong akses jalannya sepaha (ketinggian air), tidak bisa keluar-keluar. Jelas terbantu dengan Bu Hidayah,” ujarnya.

Kondisi yang dialaminya disebutnya seperti membeli sayuran di pasar terapung. Karena penjualnya keliling naik perahu menerjang banjir.

“Ya seperti itu, ini agak surut mending. Kalau kemarin-kemarin masih tinggi, seperti di pasar apung Kalimantan, penjual sayuran di atas kapal, ada warga yang datang juga dengan menggunakan alat seperti perahu,” imbuhnya.

@detik,com



Dikutip dari Berbagai Sumber

HotNews

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *