Masih Menggunakan Pihak Ketiga, UKM Pekalogan Didorong Ekspor Mandiri

  • Bagikan


Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop UKM) Kota Pekalongan mendorong para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) untuk membangun jejaring dan melakukan ekspor secara mandiri. Hingga saat ini, tercatat ada sebanyak 22 eksportir Kota Pekalongan.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dindagkop UKM, Bambang Nurdiyatman SH saat ditemui usai kegiatan pelatihan Teknik Negosiasi Dan Kontrak Dagang Ekspor bekerja sama dengan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) di Hotel Horison Pekalongan, Selasa (23/2/2021).

“Memang selama ini para pelaku usaha di Kota Pekalongan sudah ekspor namun selalu melalui pihak ketiga. Oleh karena itu, kami dorong mereka agar bisa melakukan ekspor secara mandiri. Sehingga tidak bergantung dengan pihak yang lain,”ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa jumlah eksportir Kota Pekalongan mengalami peningkatan, dari semula hanya 16 eksportir bertambah menjadi 22 eksportir. Selain itu, nilai ekspor barang Kota Pekalongan tahun 2020 juga melampaui target sebesar 368,5 M.

Dipihak lain, Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI), Heryono Hadi Praseto mengungkapkan, melalui Export Coaching Program (ECP), pihaknya tidak hanya memberikan pelatihaan namun juga pendampingan hingga pelaku usaha mampu melakukan ekspor.

Lanjutnya, terkait target, pihaknya menargetkan 10 dari 30 pelaku usaha yang mengikuti pelatihan harus mampu menjadi eksportir.

“Yang kami tingkatkan adalah bagaimana SDM, produknya, dan negosiasi bisnisnya. Kami juga bekali dengan informasi terkait dengan budaya atau kultur pangsa pasar global yang sesuai dengan produk unggulan Kota Pekalongan,” ungkap Heryono.



Dikutip dari Berbagai Sumber

HotNews

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *