Mabuk, Oknum Polisi Tembak 3 Orang Hingga Tewas – Radar Pekalongan Online

  • Bagikan

[ad_1]

Tiga orang tewas ditembak di sebuah kafe di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (25/2).

Dalam foto yang beredar di grup WhatsApp (WA), tiga korban tewas dengan kondisi mengenaskan. Salah satu korban disebut-sebut anggota TNI AD dari Kiwal Denma Kostrad.

Peristiwa pembunuhan tiga orang di kafe Cengkareng dibenarkan oleh Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo.

“Benar terjadi kasus penembakan yang menyebabkan tiga orang meninggal dunia,”kata Ady saat dikonfirmasi, seperti dilansir cnnindonesia.com, Kamis (25/2).

Tersangka pelaku penembakan di Kafe RM Cengkareng, ternyata anggota Polda Metro Jaya, Bripka berinisial CS. Pada saat kejadian, dia dalam kondisi mabuk minuman beralkohol saat melakukan aksinya, Kamis dini hari pukul 04.30 WIB.

“Dalam kondisi mabuk tersangka CS mengeluarkan senjata api dan melakukan penembakan terhadap empat orang di kafe, tiga meninggal dunia di tempat dan satu selamat,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Kamis (25/2).

Tersangka pelaku penembakan di Kafe RM Cengkareng, anggota Polda Metro Jaya, Bripka berinisial CS dalam kondisi mabuk minuman beralkohol saat melakukan aksinya, Kamis dini hari pukul 04.30 WIB.

“Dalam kondisi mabuk tersangka CS mengeluarkan senjata api dan melakukan penembakan terhadap empat orang di kafe, tiga meninggal dunia di tempat dan satu selamat,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Kamis (25/2).

“Sudah ditemukan dua alat bukti, berdasarkan keterangan saksi dan olah TKP sehingga pagi ini juga sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus pasal 338 KUHP,” ujar Fadil.

Pasal 338 KUHP merupakan aturan yang mengatur hukuman bagi pelaku tindak pidana pembunuhan.

“Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun,” bunyi pasal 338 KUHP.

Disamping itu, Fadil memastikan membawa kasus Bripka CS ke ranah pelanggaran kode etik profesi.

“Seiring dengan hal tersebut, tersangka kami akan proses secara kode etik sampai dengan hukuman dinyatakan tidak layak jadi anggota Polri,” tegas Fadil. (dhe/pojoksatu/ant)

Dikutip dari Berbagai Sumber

HotNews

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *