Mantan Direktur Perusda Ditetapkan Jadi Tersangka, Diduga Sebabkan Kerugian Negara Rp700 Juta Lebih – Radar Pekalongan Online

  • Bagikan

[ad_1]

*Kembalikan Uang ke Kejari Sebesar Rp200 Juta

BATANG – Mantan Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perusda) Aneka Usaha milik Pemkab Batang, ES ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Batang. Tersangka diduga telah melakukan tindak pidana korupsi hingga menyebabkan kerugian negara ratusan juta rupiah.

“Tim Penyidik telah mengumpulkan alat bukti yang cukup, sehingga pada 09 Pebruari 2021, Kejaksaan Negeri Batang telah menetapkan tersangka ES selaku Direktur Perusda Aneka Usaha Kabupaten Batang periode 2017-2021 sebagai tersangka kasus dugaan korupsi,” ungkap Kasi Intel Kejari Batang, Ridwan Gaos Natasukmana melalui keterangan pers kepada awak media, Kamis (25/02/2021).

Ridwan menjelaskan, jaksa penyidik Kejari Batang telah melakukan penyidikan terkait Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada Pengelolaan Keuangan Perusahaan Daerah (Perusda) Aneka Usaha Kabupaten Batang sejak 04 Pebruari 2020 lalu. Berdasarkan hasil penyidikan, ES selaku Direktur Perusda Aneka Usaha Kabupaten Batang periode 2017-2021 diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dari tahun 2018 sampai dengan tahun 2019.

“Tersangka ES diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum atau penyalahgunaan kewenangannya selaku Direktur Perusda Aneka Usaha Kabupaten Batang, dengan cara menyalahgunakan keuangan Perusda sehingga berpotensi mengakibatkan Kerugian Negara kurang lebih sebesar Rp785.164.562,” jelas Ridwan.

Pihak ES sendiri pada Selasa (23/02/2021) telah mendatangi Kantor Kejari Batang untuk menyerahkan uang kerugian negara sebesar Rp200 juta, terkait kasusnya. Uang pengembalian tersebut diterima oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Bambang Wahyu Wardhana.

“Pengembalian sebagian kerugian negera tersebut merupakan bentuk kooperatif dari tersangka ES, namun demikian meskipun telah ada pengembalian kerugian negara, namun proses pidana terhadap tersangka ES tetap akan berjalan,” tegas Ridwan.

Ridwan menambahkan, atas perbuatannya tersangka ES disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang No. 31 Tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (fel/don)

Dikutip dari Berbagai Sumber

HotNews

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *