Ngeri! Pendukung Trump Mau Bom Capitol Hill – HOTNEWS
April 14, 2021

HOTNEWS

Penyedia Berita & Informasi Terupdate

Ngeri! Pendukung Trump Mau Bom Capitol Hill


Jakarta, HOTNEWS – Massa pendukung mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut hendak meledakkan Capitol Hill.

Dalam penuturan kepada anggota komite legislatif DPR AS, Kamis (25/2/2021), pejabat Kepala Kepolisian Capitol Yogananda Pittman menyebut pendukung Trump memang merencanakan serangan mematikan bulan lalu.


Bukan hanya “membom” gedung tersebut, mereka juga merencanakan membunuh anggota kongres.

“Anggota kelompok milisi yang hadir pada 6 Januari telah menyatakan keinginan mereka untuk meledakkan Capitol dan membunuh anggota (kongres) sebanyak mungkin,” tegasnya sebagaimana dikutip Reuters, Jumat (26/2/2021).

Karena ancaman ini masih ada, ia meminta postur keamanan tinggi tetap diaplikasikan di Capitol.

“Kami pikir sangat bijaksana jika Kepolisian Capitol mempertahankan postur keamanan yang ditingkatkan dan kuat sampai kami mengatasi kerentanan tersebut di masa mendatang,” jelasnya.

Pernyataan ini menjelang pidato kenegaraan Presiden ke-46 AS Joe Biden. Pidato yang biasanya digelar di awal tahun, hingga kini belum ditentukan tanggal pastinya.

Saat ini, akibat penyerangan oleh massa Trump, Capitol memberlakukan standar keamanan tinggi, termasuk memagari gedung dengan pagar kawat.

Pos pemeriksaan juga dijaga pasukan semi militer, Garda Nasional. Bahkan 5.000 tentara tetap akan berjaga hingga Maret.

Sebelumnya, pendukung Trump menyerbu Capitol 6 Januari lalu guna menghentikan pengesahan kemenangan Biden atas Trump yang tengah berlangsung di parlemen.

Trump menuding ada kecurangan massif yang menyebabkan dirinya kalah pada pemilihan umum (pemilu) presiden AS, 3 November 2020.

Penyerbuan itu akhirnya membuat sertifikasi kemenangan Biden ditunda beberapa jam, karena anggota parlemen berlari menyelamatkan diri.

Sebanyak lima orang tewas dalam kerusuhan itu, termasuk seorang petugas polisi Capitol. Lebih dari 200 orang juga telah didakwa karena penyerangan.

[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)


Di Kutip Dari Berbagai Sumber

HOT NEWS