Aksi Koboi Oknum Polisi Bubarkan Aksi Mogok Kerja, Acungkan Senjata Api pada Buruh – Radar Pekalongan Online – HOTNEWS
April 21, 2021

HOTNEWS

Penyedia Berita & Informasi Terupdate

Aksi Koboi Oknum Polisi Bubarkan Aksi Mogok Kerja, Acungkan Senjata Api pada Buruh – Radar Pekalongan Online


Seorang oknum polisi di Sumatera Utara (Sumut) menjadi sorotan dan viral, karena mengacungkan senjata api (senpi) saat mengamankan buruh yang sedang mogok kerja.

Peristiwa ini terjadi, Jumat (26/2/2021), ketika 20-an buruh melakukan aksi di depan pabrik PT. Rezeky Fajar Andalan (RFA) di Kecamatan Hamparan Perak Deliserdang, Sumut.

Dari informasi dari para buruh di lokasi yang merekam aksi tersebut, bahwa saat demo itu para buruh membawa poster-poster tuntutan agar dua buruh Riki dan Heri Irawan yang di-PHK agar dipekerjakan kembali. Tidak berapa lama berorasi, para buruh pun didatangi oleh seorang laki-laki yang baru keluar dari perusahaan mengenakan seragam kepolisian berpangkat Iptu inisial M yang diduga merupakan personil Polsek Hamparan Perak.

Saat itu, Iptu M itu mengatakan, “kalau kalian masih mau bekerja, silahkan masuk bekerja, saya yang jamin”. Para buruh pun mempertanyakan nasib dua teman mereka; “bagaimana dengan ketua dan sekretaris kami yang di-PHK secara sepihak, Pak? Apakah dapat dipekerjakan kembali?”.

Oknum polisi itu menjawab, “oh, kalau itu nanti diproses oleh pimpinan perusahaan kalian”. Karena tidak mendapat kejelasan, para buruh memilih tetap mogok di depan gerbang perusahaan. “Saya kasih waktu satu sampai dua jam kepada kalian untuk merundingkan masalah ini,” respon sang polisi lalu masuk kembali ke dalam perusahaan.

Tidak beberapa lama kemudian, Iptu M kembali mendatangi para buruh. “Kalian jangan di depan pintu perusahaan, nanti dapat mengundang atau mempengaruhi orang lain,” ujarnya. Karena para buruh tidak mau berpindah, Iptu M langsung marah-marah sambil mengeluarkan senjata api dan mengarahkannya kepada para buruh serta menendangi makanan dan minuman milik buruh lalu mengancam; “kalau kalian tidak segera bubar, ku angkut kalian ke Polsek Hamparan Perak”. Karena takut dengan intimidasi para buruh terpaksa membubarkan diri.

Hal inipun mendapat sorotan dari elemen buruh yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Provinsi Sumatera Utara (DPW FSPMI Sumut).

Sekretaris FSPMI Sumut, Tony Rickson Silalahi menyampaikan oknum polisi yang diduga bertugas di Polsek Hamparan Perak wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan Medan itu bernama Iptu Mustofa. Menurutnya, oknum tersebut tidak hanya mengacungkan senjata api ke arah para buruh yang sedang mogok kerja dengan tertib dan damai, tapi juga menendangi makanan dan minuman peserta aksi yang tersusun di samping gerbang perusahaan.

“Para buruh berjumlah hanya 20-an orang, aksi tertib dan jaga jarak serta menggunakan protokol kesehatan. Mereka (buruh) hanya menuntut agar rekan mereka yang di-PHK sepihak oleh PT RFA segera dipekerjakan kembali. Tapi oknum polisi itu diduga beking perusahaan dengan arogan berlagak koboi acungkan senjata ke arah buruh dan memporak porandakan konsumsi aksi para buruh,” jelasnya dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Sabtu (27/2/2021).

Tony menuturkan, akibat aksi koboi oknum polisi ini, akhirnya para buruh yang sedang menuntut keadilan berupa kebebasan berserikat di perusahaan PT RFA membubarkan diri. Padahal menurut Tony, tindakan perusahaan yang melakukan PHK terhadap dua orang pekerjanya yang merupakan ketua dan sekretaris PUK SPAI FSPMI di PT RFA yang baru saja dicatatkan ke Dinas Tenga Kerja (Disnaker) Deliserdang merupakan tindak pidana ketenagakerjaan.

Pihak perusahaan diduga melanggar Pasal 28 Jo 43 UU No 21 Tahun 2000 Tentang Serikat Pekerja Serikat Buruh dengan ancaman kurungan penjara 1-5 Tahun Penjara.

“Kami protes keras kejadian ini, perusahaan yang diduga melanggar aturan ketenagakerjaan, harusnya kepolisan justru menjembatani agar hak buruh terlindungi, bukan melindungi yang punya uang,” kesal Tony.

Tony menjelaskan dalam kejadian tersebut, salah seorang buruh sempat merekam aksi koboi oknum polisi tersebut. “Namun, mengetahui aksinya direkam, sang oknum merampas handphone anggota FSPMI yang sedang merekam dan menghapusnya. Syukur kami ada simpan foto-foto koboi dia, dan vidio sang oknum sedang komunikasi dengan para buruh di depan perusahaan juga ada sebagai bukti kuat peristiwa itu,” ungkap Tony.

Sementara itu, Ketua FSPMI Sumut, Willy Agus Utomo mengatakan mengutuk tindakan oknum tersebut. Terkait hal tersebut pihaknya sudah membuat surat terbuka elektronik yang dikirim ke Mabes Polri dan Intansi terkait lainya. Dan, secara resmi FSPMI Sumut kata dia mungkin akan membuat laporan ke Propam Polda Sumut pada hari Senin (1/3/2021).

“Kami minta kepada Kapolres Pelabuhan Belawan dan Kapolsek Hamparan Perak segera mengamankan sang oknum untuk diberikan sanksi, penggunaan senjata api dalam penanganan aksi buruh sangat dilarang, dan perbuatan ini dapat mencoreng institusi polisi sendiri,” kata Willy.

Tidak hanya itu, FSPMI juga meminta agar Pimpinan Perusahaan PT RFA di periksa Polisi, karena diduga memanfaatkan aparat penegak hukum untuk melakukan intimidasi terhadap buruh.

“Sang oknum ini menurut laporan buruh kerap masuk ke perusahaan, bahkan sebagian buruh mengatakan sudah seperti humas perusahaan sang oknum ini, kita juga sudah laporkan perusahaan kepada PPNS Kepengawasan ketenagakerjaan, semoga segera ditindak,” pungkas Willy.

Sementara itu, Kapolsek Hamparan Perak Kompol Edward Simamora yang dikonfirmasi kejadian ini belum mau memberikan penjelasakan. “Maaf ya,” tulisnya pada pesan singkat yang dikirim pojoksumut.com, Sabtu sore.

Minta Maaf

Oknum polisi yang mengacungkan senjata saat mengamankan aksi mogok buruh itupun akhirnya muncul dengan menyatakan permintaan maaf.

Oknum polisi itu adalah Iptu Mustofa yang bertugas di Polsek Hamparan Perak wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan. Lewat video yang beredar dari Polres Pelabuhan Belawan, Iptu Mustofa mengungkapkan maaf.

“Assalamualaikum, saya Iptu Mustofa memohon maaf kepada pekerja PUK SPAI FSPMI di PT Rezeky Fajar Andalan atas perlakuan saya yang tidak sesuai prosedur sehingga membuat saudara saya dari PUK SPAI terintimidasi oleh saya,” ungkapnya.

“Sekali lagi saya mohon maaf sebesar-besranya,” pungkasnya. (nin/pojoksumut)

Dikutip dari Berbagai Sumber

HotNews