Jembatan Kali Petung Putus, Jembatan Gantung Jadi Solusi Paling Realistis – Radar Pekalongan Online

  • Bagikan


BATANG – Langkah cepat dilakukan oleh Pemkab Batang untuk mengatasi dampak dari ambruknya jembatan Kali Petung di Desa Satriyan, Kecamatan Tersono. Tiga skenario disiapkan, salah satunya pembuatan jembatan gantung untuk membantu aktifitas warga.

“DPUPR sudah menyampaikan laporan, termasuk skenario untuk membantu aktifitas warga. Dan kita akan diskusikan dengan pihak desa, mana yang terbaik dan realistis,” ungkap Bupati Batang, Wihaji disela-sela peninjauan jembatan Kali Petung, Minggu (28/02/2021).

Bupati Wihaji mengungkapkan, imbas dari putusnya jembatan Kali Petung, saat ini aktifitas warga agak terganggu. Pasalnya, mereka harus memutar untuk menuju desa tetangga ataupun ke wilayah Kecamatan Banyuputih dan Pantura. Karena itulah, salah satu alternatif yang harus dilakukan adalah pembuatan jembatan darurat.

“Jembatan gantung menjadi salah satu alternatif darurat yang bisa dilakukan, karena biayanya yang tidak terlalu besar. Sedangkan untuk pembuatan jembatan baru atau permanen, biayanya bisa mencapai diatas Rp10 miliar. Selain itu, kita saat ini juga punya material jembatan gantung yang ada di sungai Kramat Batang, dan itu bisa kita pindahkan ke sini (kali Petung-red),” jelas Bupati.

Menurut Bupati, dengan adanya jembatan gantung, warga bisa menyeberangi Kali Petung menuju wilayah Kecamatan Banyuputij ataupun Pantura tanpa harus memutar. Meskipun, nantinya jembatan tersebut hanya bisa dilalui pejalan kaki, sepeda maupun sepeda motor.

“Dengan adanya jembatan gantung, warga yang berjalan kaki ataupun menggunakan motor bisa melaluinya. Namun untuk kendaraan roda empat, sementara harus memutar terlebih dahulu. Terpenting aktifitas warga bisa sedikit terbantu,” beber Wihaji.

Namun Bupati menegaskan pihaknya akan meminta masukan dan pertimbangan dari warga melalui kepala desa terlebih dahulu. Jika nantinya memang warga menghendaki aktifitas bagi pejalan kaki dan yang menggunakan sepeda motor bisa terbantu, maka jembatan gantung akan menjadi solusi tercepat yang bisa dilakukan.

“Untuk pembuatan jembatan permanen sendiri perlu kajian yang mendalam, mengingat kondisi di lokasi jembatan lama yang kontur sungainya memang deras. Selain itu, kedalaman sungai juga cukup dalam, sehingga harus dirancang kemungkinan perubahan model jembatan. Dan itu tentunya memerlukan waktu cukup lama, serta biaya yang cukup besar,” tandas Wihaji. (don)

Dikutip dari Berbagai Sumber

HotNews

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *