Lintasarta: Layanan Cloud Jadi Tren

  • Bagikan


INFO BISNIS – Perekonomian Indonesia pada 2021 diprediksi mengalami pertumbuhan positif setelah hampir setahun dilanda pandemi Covid-19. Hal ini tentu menggembirakan pelaku usaha. Presiden Direktur Lintasarta, Arya Damar menuturkan, Lintasarta akan memberi layanan terbaik untuk berbagai pihak dalam mengembangkan dan memajukan bisnis melalui teknologi terdepan.

Dalam wawancara khusus dengan Tim Info Tempo, Arya Damar mengungkapkan implementasi produk-produk Lintasarta di berbagai sektor terutama di bidang data center dan cloud yang diperkirakan masih menjadi tren di masa pandemi.

Produk-produk baru apa saja yang dikembangkan atau disesuaikan oleh Lintasarta selama masa pandemi?

Kondisi pandemi mempercepat terjadinya transformasi digital di berbagai korporasi dan institusi pemerintahan. Sehingga Lintasarta menawarkan berbagai jasa IT Services yang dibutuhkan pelanggan dalam melakukan percepatan digital transformasi, HOTNEWS lain; Cloud Services. Dengan memanfaatkan Cloud, pelanggan dapat meningkatkan kapasitas virtual server ini kapanpun mereka butuhkan dan dapat menurunkan kapasitasnya jika dirasa sudah cukup.

IT Outsourcing & Manage Services merupakan bagian dari bagian efisiensi perusahaan, dengan mengurangi pembelian Capex IT dan mengonversi ke biaya Opex. Pelanggan dapat melakukan sewa perangkat IT & personelnya sehingga pelanggan bisa fokus ke core bisnisnya.  Layanan berikutnya telemedicine atau layanan konsultasi jarak jauh atau online HOTNEWS pasien dan dokter, sehingga pasien tidak perlu datang ke rumah sakit.

eKYC, layanan di sektor finansial untuk percepatan mengakuisisi klien.  Ini adalah prosedur untuk mengidentifikasi dan melakukan verifikasi identitas pelanggan secara digital atau online. Proses eKYC mencakup serangkaian pemeriksaan tahap pertama komunikasi dengan klien untuk verifikasi bahwa mereka adalah orang yang sesuai dengan identitas yang dicantumkan.

Smart City yang merupakan solusi pelayanan pemerintahan kota/kabupaten secara digital yang bertujuan memberikan pelayanan publik. Konsep Smart City adalah mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan berbagai perangkat Internet of Things untuk mengoptimalkan efisiensi operasi dan layanan kota, serta terhubung dengan warga.

Apa saja produk yang paling dibutuhkan konsumen korporasi di masa pandemi?

Lintasarta tidak mengalami pertumbuhan kenaikan bandwidth di area perumahan akibat policy Work From Home (WFH) dan Pembelajaran Jarak Jauh bagi siswa, karena Lintasarta tidak menjalani bisnis broadband B2C. Sehingga tidak ada perubahan bisnis dalam mengantisipasi kebutuhan internet di perumahan. 

Akan tetapi, Lintasarta mendapatkan permintaan kenaikan bandwidth di kantor pusat pelanggan agar karyawan dapat mudah mengakses aplikasi internal perusahaan dan permintaan kenaikan bandwidth di Universitas untuk kemudahan mahasiswa dalam mengakses aplikasi pembelajaran jarak jauh.  

Seberapa besar efektivitas implementasi produk-produk Lintasarta yang telah diterapkan di berbagai sektor?

Saya pikir sangat efektif. Kita mendapatkan peningkatan belanja Cloud Services untuk sektor pemerintahan. Layanan IT Outsourcing atau Managed Services juga diminati di berbagai sektor Finance dan Energi, dengan peningkatan tren mereduksi belanja capex menjadi opex di beberapa perusahaan. Di samping itu tren penggunaan bandwidth internet untuk korporasi dan universitas meningkat.

Berapa target pasar produk-produk Lintasarta di tahun ini berdasarkan masing-masing segmen?

Mengacu kepada data IDC (lembaga riset), Jika kita lihat pertumbuhan belanja connectivity di 2021 adalah 4 persen dan IT services adalah 19 persen, maka kami menargetkan bisa tumbuh di atas angka pertumbuhan tersebut. Mohon doanya.(*)



Dikutip dari Berbagai Sumber

HotNews

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *