Sudah 21 Tahun, Turjangun Kembangkan Biogas untuk Desanya – Radar Pekalongan Online

  • Bagikan


BATANG – Di era informasi seperti sekarang ini, passion apapun bisa dikembangkan untuk menjemput kesuksesan. Syaratnya adalah fokus dan tekun. Seperti dilakukan Turjangun, warga Desa Amongrogo, Limpung, yang sudah 21 tahun ini memberdayakan pemuda di desanya dengan megembangkan energi ramah lingkungan, yakni biogas yang memanfaatkan segala macam limbah.

Di tangan Turjangun, limbah kotoran ayam, sapi, kambing, hingga manusia bisa disulap menjadi energi bahan bakar alternatif yang pro lingkungan, yakni biogas. Dia mulai menyeriusi inovasinya itu sejak tahun 2010 melalui serangkaian percobaan.

“Intinya, saya ingin mengolah limbah ini agar bermanfaat untuk orang banyak sekaligus ramah lingkungan. Maka muncullah inovasi biogas yang merupakan hasil konversi dari limbah kotoran sapi, ayam, kambing, manusia, bahkaan limbah tahu juga bisa,” terang Turjangun dalam sesi podcast “Bincang Batang” di Kantor Diskominfo Batang, Jumat (27/2/2021).

Dijelaskannya, untuk menghasilkan biogas yang maksimal, perlu melalui berbagai tahapan. Mulai dengan mencampurkan kotoran sapi 1 kilogram dan air 1 liter ke dalam alat pengaduk, lalu dimasukkan ke reaktor biogas digester.

“Kita membutuhkan waktu selama sehari semalam agar berubah menjadi biogas, warna apinya tetap biru dan tidak berbahaya seperti gas pada umumnya. Sedangkan limbah biogasnya ada yang berbentuk padat dimanfaatkan untuk pupuk dan ternak cacing serta yang cair untuk pupuk cair,” ungkapnya.

Dikutip dari Berbagai Sumber

HotNews

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *