Kurangi Dampak Land Subsidence, Pemkab Anjurkan Moratorium Air Tanah

  • Bagikan


Salah satu penyebab terjadinya banjir baik yang disebabkan oleh Air Laut Pasang atau rob dan banjir yang diakibatkan oleh hujan ekstrim di Wilayah Pantura Pulau Jawa ini karena adanya penurunan tanah (land subsidence).

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menuturkan, secara teoritis dan empiris di Kawasan Pesisir Pekalongan memang terjadi penurunan tanah (land subsidence). Dan bahkan menurut penelitian peneliti geodesi dari Institut Teknologi Bandung, Heri Andreas penurunannya bisa sampai 15-20 cm pertahun. “ini harus diwaspadai, dan Pemkab Pekalongan sudah menganjurkan moratorium berkaitan dengan air tanah harus dilakukan, karena ini ijinnya ada di propinsi,” kata Asip, Kamis (25/2) di Depan Kantor Bupati Pekalongan.

Menurutnya, penurunan tanah sebagian terjadi di wilayah pantura, namun Pekalongan diprediksi lebih cepat, salah satunya disebabkan oleh eksploitasi sumber air tanah. “itu berdasarkan penelitian sekarang,” katanya.
Upaya-upaya untuk mengembalikan lagi atau revitalitasi berjalan terus. Pemkab Pekalongan bekerjasana dengan Pemerintah Propinsi dan Pusat serta Lembaga Dewan Air Belanda dan Rotterdam University untuk melakukan kajian sekaligus upaya-upaya mengatasi land subsidence dan banjir.

Namun skema penanggulangan rob menyebabkan diakui bupati, menimbulkan masalah baru yakni baru banjir disaat cuaca ekstrim. Dijelaskannya, jika infrastruktur penanggulangan rob sudah terintegrasi dengan penanggulangan banjir sudah paripurna maka banjir tidak akan terjadi. “jika terjadi skalanya tidak besar, karena air sudah kita tata. Jika dulu rob itu persoalan tahunan, banjir ini berkala, jika hujan ekstrim saja,” paparnya.

Dan masyarakat sendiri, lanjut Asip, sudah memahami situasinya harus memilih saat ini HOTNEWS banjir dan penanggulangan rob, namun kita memilih untuk mengambil resiko terendah dengan mengalirkan air melalui muara Sungai Mrican. “robnya tetap bisa kita tahan, dan banjir bisa dialirkan ke laut,” pungkasnya.

 

 



Dikutip dari Berbagai Sumber

HotNews

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *