Terbukti Korupsi Uang APBDes, Mantan Kaur Keuangan Desa Kandeman Divonis 6 Tahun Penjara dan Denda Rp200 Juta – Radar Pekalongan Online – HOTNEWS
April 21, 2021

HOTNEWS

Penyedia Berita & Informasi Terupdate

Terbukti Korupsi Uang APBDes, Mantan Kaur Keuangan Desa Kandeman Divonis 6 Tahun Penjara dan Denda Rp200 Juta – Radar Pekalongan Online


BATANG – Majelis hakim pengadilan negeri Batang menjatuhkan vonis enam tahun penjara pada mantan Kepala Urusan Keuangan Desa Kandeman, Rusnadi, pada persidangan yang digelar secara virtual pada Selasa (02/03/2021). Terdakwa divonis bersalah karena telah melakukan tindakan pidana korupsi.

Selain penjara, majelis hakim juga mewajibkan terdakwa untuk membayar denda sebesar Rp 200 juta, dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan.

“Dalam amar Putusan Nomor : 78/Pid.Sus-TPK/2020/PN Smg, tanggal 02 Maret 2021, terdakwa Rusnadi dinyatakan oleh majelis hakim telah terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan Subsidiair Penuntut Umum,” ungkap Kasi Intel Kejaksaan Negeri Batang, Ridwan Gaos Natakusuma, dalam pers rilisnya, Rabu (03/03/2021).

Pada amar putusan tersebut, majelis hakim juga memerintahkan terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp768.999.473. Jika terdakwa tidak membayar uang pengganti paling lambat 1 (satu) bulan setelah putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, maka hartanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

Jika terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka dipidana penjara selama 1 tahun.

“Atas putusan tersebut, terdakwa menerimanya. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum menyatakan pikir-pikir,” kata Ridwan.

Pada persidangan sebelumnya, yaitu Selasa (09/02/2021) Jaksa Penuntut Umum Kejari Batang menuntut tedakwa dipidana penjara  4 dan 6 bulan, dengan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara, dengan perintah agar terdakwa tetap berada dalam tahanan.

Selain itu, terdakwa juga dituntut untuk membayar denda sebesar Rp 50 juta, jika denda tidak dibayar harus diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan. Selain itu, jaksa juga meminta majelis hakim untuk menghukum terdakwa membayar uang pengganti Rp768.999.473.

“Persidangan itu sendiri digelar secara virtual, karena masih dalam masa pandemi Covid 19. Terdakwa berada di Rutan Klas II Batang, sedangkan Jaksa Penuntut Umum dan Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Batang,” tandas Ridwan. (don)

Dikutip dari Berbagai Sumber

HotNews