Belum Mau Setop! Harga CPO Masih Terus Bergerak Naik

  • Bagikan

[ad_1]

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga komoditas minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) naik pada perdagangan intraday hari ini, Jumat (5/3/2021). Kenaikan harga minyak sawit berbarengan dengan penguatan harga minyak nabati lain serta melesatnya harga minyak mentah.

Untuk kontrak CPO pengiriman Mei di Bursa Malaysia Derivatif Exchange harganya naik 0,24% ke RM 3.740/ton pada 10.15 WIB. Harga CPO memang bergerak sangat volatil di tahun ini, mengikuti fluktuasi pergerakan harga komoditas lain. 



Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) melaporkan indeks harga minyak nabati di bulan Februari berada di rata-rata 147,4 poin. Indeks tersebut naik 8,6 poin (atau 6,2%) dari Januari dan menandai level tertinggi sejak April 2012.

Penguatan yang berkelanjutan mencerminkan penguatan harga minyak sawit, kedelai, rapeseed dan bunga matahari.

Harga minyak sawit internasional naik selama sembilan bulan berturut-turut di bulan Februari, dipicu oleh kekhawatiran atas tingkat persediaan yang rendah di negara-negara pengekspor terkemuka akibat rendahnya produksi.

Menurut Refinitiv Commodity Research cuaca yang beragam membuat perkiraan produksi minyak sawit Malaysia pada 2020/21 tidak berubah pada 19,1 juta ton. Perlambatan curah hujan membuat perkiraan produksi Indonesia pada tahun 2020/21 mencapai 46,0 juta ton.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan perkiraan Dewan Minyak Sawit Malaysia yang memperkirakan produksi bakal naik 19,6 juta ton tahun ini.

Sementara perkiraan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) meramal produksi CPO di tahun 2021 naik 3,5% (yoy) menjadi 49 juta ton dari realisasi tahun lalu yang hanya sebanyak 47,4 juta ton.

Pada saat yang sama, harga kedelai tetap tinggi terutama mencerminkan ketatnya pasokan global saat ini.

Sedangkan untuk minyak rapeseed dan bunga matahari, harga internasional masing-masing didukung oleh prospek produksi 2021 yang lebih rendah dari perkiraan semula di Uni Eropa dan pengetatan lebih lanjut ketersediaan ekspor di kawasan Laut Hitam. 

Kenaikan harga minyak mentah juga turut mengerek harga CPO naik. Maklum CPO dan minyak nabati lain merupakan bahan baku biodiesel yang menjadi bahan bakar alternatif fossil fuel.

Kenaikan harga minyak akan membuat pembuatan biodiesel dari minyak nabati menjadi lebih kompetitif secara keekonomian. Hari ini harga minyak mentah di bursa berjangka kembali menguat dan bahkan tembus rekor setelah OPEC+ memutuskan untuk tidak menaikkan produksi dan pasokan di pasar menjadi defisit.

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

(twg/twg)


Di Kutip Dari Berbagai Sumber

HOT NEWS

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *