Top Rupiah! Dolar Singapura Dibuat Bonyok 4 Hari Beruntun

  • Bagikan


Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah menguat melawan dolar Singapura pada perdagangan Senin (8/3/2021), setelah sebelumnya membukukan penguatan beruntun pekan lalu. Jika berhasil dipertahankan hingga akhir perdagangan nanti, maka rupiah akan membukukan penguatan 4 hari beruntun.

Melansir data Refinitiv, rupiah pagi ini menguat 0,13% di pasar spot. Sementara dalam 3 hari perdagangan sebelumnya, total rupiah menguat nyaris 1%.

Sebelum membukukan penurunan beruntun, dolar Singapura menyentuh level tertinggi 4 bulan melawan rupiah. Otoritas Moneter Singapura (MAS) pada bulan lalu menyatakan nilai tukar dolar Singapura masih bisa melemah lagi.


Artinya, MAS bisa membuat nilai tukar dolar Singapura guna membantu perekonomian yang merosot akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Di Singapura, tidak ada suku bunga acuan, kebijakannya menggunakan S$NEER (Singapore dollar nominal effective exchange rate). Kebijakan moneter, apakah itu longgar atau ketat, dilakukan dengan cara menetapkan kisaran nilai dan nilai tengah dolar Singapura terhadap mata uang negara mitra dagang utama. Kisaran maupun nilai tengah itu tidak diumbar kepada publik.

Sehingga ada kemungkinan MAS menggunakan kebijakan tersebut, sehingga dolar Singapura melemah. Tidak hanya melawan rupiah, Mata Uang Negeri Merlion juga melemah melawan dolar Amerika Serikat.

Di sisi lain, Rupiah mendapatkan tenaga setelah Bank Indonesia (BI) mengumumkan cadangan devisa mencetak rekor tertinggi sepanjang masa lagi.

BI melaporkan posisi cadangan devisa pada akhir Februari sebesar US$ 138,8 miliar, naik US$ 800 juta dibandingkan dengan posisi akhir Januari lalu.

“Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 10,5 bulan impor atau 10,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.”

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” sebut keterangan tertulis BI.

Posisi cadev di bulan Februari lalu merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah, mematahkan rekor sebelumnya US$ 138 miliar yang dicapai pada bulan Januari lalu. Artinya dalam 2 bulan pertama tahun ini, cadev Indonesia terus mencetak rekor tertinggi.

Dengan cadev yang tinggi, maka BI memiliki lebih banyak amunisi untuk menstabilkan rupiah ketika mengalami gejolak.

TIM RISET CNBC INDONESIA 

[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)


Di Kutip Dari Berbagai Sumber

HOT NEWS

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *