Yield Treasury AS Sempat ke Level 1,6%, Harga SBN Melemah

  • Bagikan

[ad_1]

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN) pada perdagangan Selasa (9/3/2021) mayoritas ditutup melemah, setelah imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) sempat menguat pada perdagangan Senin (8/3/2021) waktu AS.

Mayoritas SBN masih cenderung dilepas oleh investor, kecuali SBN berkode FR0061 dengan tenor 1 tahun dan SBN seri FR0039 berjatuh tempo 3 tahun yang dikoleksi oleh investor hari ini.

Dari imbal hasilnya (yield), hampir semua SBN mengalami kenaikan yield, kecuali SBN berkode FR0061 yang turun 3,7 basis poin (bps) ke level 3,939% dan SBN dengan seri FR0039 yang juga turun 0,1 bps ke 4,829%. Sementara itu, yield SBN dengan seri FR0087 tenor 10 tahun yang merupakan yield acuan obligasi negara kembali naik 6 bps ke level 6,817%.


Yield berlawanan arah dari harga, sehingga kenaikan yield menunjukkan harga obligasi yang sedang melemah, demikian juga sebaliknya. Satuan penghitungan basis poin setara dengan 1/100 dari 1%.

Sentimen dari disahkannya undang-undang stimulus AS oleh Senat AS dan kenaikan yield obligasi pemerintah AS (US Treasury Bond) masih menjadi pendorong kenaikan yield SBN hari ini.

Berdasarkan data dari situs World Government Bond, yield Treasury AS naik 2,6 bps ke 1,603% pada perdagangan Senin (8/3/2021) waktu AS. Namun, yield Treasury AS berpotensi akan turun kembali, walaupun masih di level 1,5%. Adapun yield Treasury AS per sore waktu Indonesia turun ke level 1,54%.

Kenaikan yield Treasury yang dipicu prospek pemulihan ekonomi AS serta kenaikan inflasi membuat pasar keuangan global kembali dihantui oleh tapering (pengurangan program pembelian aset atau quantitative easing) The Fed yang dapat memicu taper tantrum.

“Jika pasar mulai percaya The Fed kehilangan kendali terhadap arah pasar obligasi, semua isu mengenai taper tantrum akan kembali muncul,” kata Art Cahshin, Direktur Pelaksana UBS, sebagaimana dilansir CNBC International, Jumat (26/2/2021).

Kenaikan yield Treasury AS tersebut berisiko memicu capital outflow dari pasar obligasi Indonesia, sebab selisih yield dengan SBN menjadi menyempit. Adapun selisih (spread) yield Treasury AS dengan yield SBN sore hari ini sebesar 533,6 bps.

TIM RISET HOTNEWS

[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)


Di Kutip Dari Berbagai Sumber

HOT NEWS

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *