Bupati: Lewat Seni, Kritik Tajam pun Tak Melukai – HOTNEWS

  • Bagikan


BATANG – Setelah diumumkan awal Februari lalu, para pemenang lomba menulis puisi dan esai “Literasi Melampaui Pandemi” tingkat Jawa Tengah akhirnya berkesempatan menerima piagam dan hadiah yang diserahkan langsung Bupati Batang, Wihaji, Senin (8/3/2021). Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan apresiasi tinggi terhadap para pemenang dan menyebut puisi dan esai bisa menjadi ruang merawat krititisme masyarakat.

“Nyatanya, para pemenang ini mampu mengekspresikan kegelisahannya soal pandemi Covid-19 dalam wujud puisi atau esai. Hebatnya, lewat seni kritik setajam apapun menjadi tak menyakitkan, karena disampaikan dalam bahasa estetis dan humanis,” ungkap Bupati Wihaji usai menyerahkan hadiah kepada para pemenang di Aula Kantor Bupati.

Menurut Wihaji, salah satu pendekatan paling mudah untuk mengekspresikan kritik tajam agar bisa diterima masyarakat adalah melalui seni sastra. Dia pun menyebut nama-nama besar Mulai Chairil Anwar, Pramoedya Ananta Tour hingga Gus Mus. “Kurang tajam apa kritik ironis ala Gus Mus, tetapi toh tidak melukai perasaan orang lain. Toh pesan kritiknya tetap sampai,” ujarnya.

Karena itu, Bupati berharap ajang literasi tersebut bisa dijadikan agenda rutin tahunan. “Terbukti, responnya sngat tinggi, perwakilan 21 kabupaten/kota ada semua,” imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpuska) Batang, Rahmat Nurul Fadilah mengatakan, pihaknya cukup puas karena lomba yang diinisiasi dalam banyak keterbatasan itu tetap berjalan maksimal, di mana ada 129 peserta yang berpartisipasi. “Mereka berasal dari 21 kabupaten/kota, artinya persebaran peserta cukup merata di Jateng. Mudah-mudahan even ini bisa kita agendakan tahun depan dengan lebih semarak,” katanya.

Dikutip dari Berbagai Sumber

HotNews

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *