Bus Pariwisata Masuk Jurang, 20 Penumpang Meninggal – HOTNEWS

  • Bagikan

[ad_1]

Bus pariwisata nopol T 7591 TB masuk jurang di wilayah Tanjakan Cae, Wado, Sumedang, Rabu (10/3) malam, korban telah mencapai 20 orang.

Bus pariwisata itu masuk jurang di wilayah Tanjakan Cae berisi 59 orang.

Penumpang bus merupakan peserta ziarah dan tour siswa SMP IT Al Muawwanah, Cisalak, Subang.

Bus masuk ke jurang sedalam lebih dari 5 meter di Tanjakan Cae, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (10/3) sekitar pukul 18.30 WIB.

Dari laman media sosial yang diunggah oleh akun Instagram @aslisumedang, terlihat bus itu terperosok ke jurang. Terlihat pula video ambulans melintas dengan kecepatan tinggi.

Saat dikonfirmasi ke Kanitlaka Lantas Polres Sumedang, Iptu Adam Rohmat membenarkan perihal kecelakaan tersebut.

“Iya benar (kecelakaan) di Wado Tanjakan Cae,” kata Kanitlaka Polres Sumedang Iptu Adam Rohmat melalui sambungan telepon, Rabu (10/3) malam.

Adam belum menjelaskan secara rinci kronologis dari peristiwa itu. Namun, dipastikan polisi telah tiba di lokasi kejadian.

“Nanti ya, belum diketahui ada atau tidak korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” jelasnya.

Diakui Iptu Adam, jajaran Lakalantas Polres Sumedang saat ini tengah melakukan proses evakuasi.

Kades Sukajadi, Kec. Wado, Dede Suhendar kepada wartawan melalui ponselnya, menjelaskan kecelakaan tersebut.

“Bus pariwisata itu ukurannya cukup besar dan jumlah penumpang pun banyak, ada ibu-ibu, anak-aank dan orang tua,” ucapnya, Rabu (10/3) malam.

Dede menambahkan, belasan orang yang meninggal dunia, kini dibawa ke Puskesmas Wado.

“Saya sendiri ikut mengevakuasi korban yang meninggal dunia, ada sebanyak 15 orang. Ya, meninggal dunia sekira belasan orang,” jelasnya.

Bus nahas tersebut, ujar dia menambahkan, melaju dari arah Malangbong tujuan Sumedang. Kecelakaan terjadi tepatnya di Kp. Kawung Luwuk Rt 1 RW 6 Dusun Cilangkap Desa Sukajadi Kec. Wado.

Mengutip sebagian penumpang yang selamat, kades mengatakan jika korban merupakan rombongan asal Subang.

“Mereka pulang dari tempat ziarah, Pamijahan Tasikmalaya,” ucap dia.

Menurut informasi, sebelum jatuh ke jurang, bus Pahala lebih dulu menabrak tiang listrik yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Bus nahas berisi ibu-ibu dan anak-anak tersebut melaju dari arah Malangbong tujuan Sumedang. Kecelakaan terjadi tepatnya di Kampung Kawung Luwuk RT 1 RW 6 Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi, Kec. Wado, Sumedang.

Korban masih dievakuasi dan di lokasi pun sudah ada petugas dari kepolisian.

Mobil Ambulans

Merespon kecelakaan maut di Wado yang korbannya didominasi warga Subang, Dinas Kesehatan Kabupaten Subang sudah mengerahkan 20 unit ambulance untuk membawa jenazah rombongan peziarah tersebut.

Ambulans dikirim ke Rumah Sakit Sumedang dan Puskesmas Wado.

“Kami turut berduka cita yang sangat mendalam atas musibah kecelakaan yang menimpa rombongan peziarah asal Cisalak Subang,” kata Kadis Kesehatan Kabupaten Subang.

“Dan kita dari Dinas Kesehatan Kabupaten Subang sekitar pukul 20.00 WIB sudah mengerahkan 20 mobil ambulance menuju ke Rumah Sakit Sumedang,” ujar dr Maxi lagi.

Menurut dokter Maxi, 20 ambulance tersebut nantinya akan membawa para korban baik yang selamat maupun yang meninggal.

“Ambulance kita kerahkan untuk membawa korban yang meninggal dan yang selamat baik dalam keadaan luka ringan maupun luka berat kita akan usahakan jalani perawatan di Subang” katanya.

Maxi berharap, kecelakaan maut yang dialami rombongan peziarah asal Cisalak tersebut tak banyak merenggut korban jiwa

“Info terakhir dari Sumedang kabarnya sudah ada 20 orang meninggal, namun nanti akan kita cek lagi setelah tim kesehatan dari Subang bersama rombongan ambulance tiba di RS Sumedang,” ucapnya. (ral/jpc/pojoksatu)

Dikutip dari Berbagai Sumber

HotNews

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *