Posting Jalan Rusak di Medsos, Guru Ini Dimaki-maki Aparat Desa – HOTNEWS

  • Bagikan

[ad_1]

Video seorang guru dimaki-maki aparat desa gara-gara memposting jalan rusak viral di media sosial.

Kejadian bermula saat guru SMPN 1 Cicantayan Kabupaten Sukabumi bernama Eko mengeluhkan jalan Cijalingan yang dianggapnya lebih mirip kubangan ketimbang jalan.

Eko memposting keluhannya tentang jalan rusak di media sosial Facebook.

Aparat Desa Cicantayan tak terima dengan postingan Eko. Mereka mendatangi SMPN 1 Cicantayan untuk menemui Eko.

Dalam video berdurasi 4 menit 29 detik yang viral, tampak beberapa orang berkemeja putih dan celana bahan hitam mempertanyakan postingan Eko.

“Apa maksudnya? Tujuannya apa? Kenapa posting di Facebook? Baca lagi! Ada Desa Cijalingan itu. Jangan nantang kamu, hah!,” kata salah seorang pria dengan kacamata dicantol di kepala dan masker di dagu.

“Apa maksudnya? Mau nantang pemerintahan? Instansi? Silahkan. Saya siap,” kata pria itu lagi dengan nada yang masih tinggi.

Masih dalam video yang sama, Eko sempat menyampaikan permintaan maaf. Namun permintaan maafnya tak diterima.

“Gampang kalau minta maaf. Setelah orang membuat kesalahan gampang minta maaf,” katanya lagi, seperti dilansir Radar Sukabumi, Kamis (11/3).

Tak cukup, satu orang pria memakai jaket kulit hitam dengan masker di dagu berdiri mempertanyakan ihwal postingan Eko.

“Tenang dulu, pak. Saya nanya, fotonya sungai apa jalan? Bapak berpendidikan sampai mana? Pan itu seperti itu, pak. Kan jalan ketahuan semua,” ujarnya.

“Makanya kata-katanya bapak jangan berbelit-belit. Kalau toh merasa salah, salah, pak. Jadi jangan membawa emosi semua. Kan gitu maksudnya. Bapak mau apa tujuannya, kan kita tanya seperti itu. Sebelum kita melangkah lebih lanjut,” pungkas pria berjaket kulit tersebut.

Kepala Desa Cijalingan, Didin Jamaludin membenarkan bahwa aparat desa yang memaki-maki guru SMPN 1 Cicantayan adalah anak buahnya.

Didin menyebut video itu direkam pada Rabu, 10 Maret 2021 di SMPN 1 Cicantayan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Saat itu, Didin mengaku sedang ada pertemuan dengan Camat Cicantayan sehingga ia tak ada di lokasi.

“Di dalam video itu setidaknya ada BPD, LPMD, Karang Taruna, termasuk perangkat desa,” ucap Didin saat ditemui di ruang kerjanya, seperti dilansir Radar Sukabumi, Kamis (11/3/2021).

Menurut Didin, aparat Desa Cijalingan bersama BPD dan LPMD mendatangi guru SMPN 1 Cicantayan bernama Eko karena memposting jalan rusak.

“Tujuannya ingin mengklarifikasi soal postingan di Facebook Pak Eko. Beliau adalah salah satu guru di SMP Negeri di Cicantayan,” katanya.

“Mungkin menurut rekan-rekan perangkat desa, postingan itu tidak etis dan tidak elok untuk diposting, apalagi oleh seorang guru,” sambungnya.

Didin menilai, apabila ada hal yang ingin disampaikan kepada pemerintah desa, termasuk mengenai jalan rusak, bisa disampaikan langsung ke pihak desa tanpa harus memposting di media sosial.

“Bisa dengan cara meminta klarifikasi atau tabayyun. Ini kan tidak ada. Saya dinamikanya tidak tahu, karena tidak hadir,” ucapnya.

Didin tak menampik adanya perdebatan yang terjadi HOTNEWS perangkat Desa Cijalingan dengan guru SMPN 1 Cicantayan.

“Adapun sempat terjadi perdebatan, saya yakin itu adalah spontanitas, tidak ada unsur niat atau kesengajaan,” jelasnya.

“Yang datang itu ingin mengklarifikasi dan ingin menguatkan bahwa jalan yang dimaksud akan diperbaiki,” imbuh Didin.

Pihaknya akan segera melakukan musyawarah agar permasalahan ini tidak terus-menerus menjadi bola liar yang akhirnya berbuntut panjang.

“Hari ini, karena tanggal merah, jadi masih libur dan Pak Eko tidak ke sekolah. Mungkin besok akan saya coba musyawarah agar permasalahan ini bisa segera selesai,” tandasnya.(radarsukabumi/pojoksatu)

Dikutip dari Berbagai Sumber

HotNews

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *