Waspada! ‘Bandar Besar’ Jor-joran Jualan 10 Saham Ini Gaes – HOTNEWS
Mei 11, 2021

HOTNEWS

Penyedia Berita & Informasi Terupdate

Waspada! ‘Bandar Besar’ Jor-joran Jualan 10 Saham Ini Gaes


Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu masuk lagi ke jalur hijau pada perdagangan Rabu pekan ini (10.3.2021) sebelum libur Kamis Isra Mikraj (11/3) setelah melemah 4 hari berturut-turut. IHSG ditutup menguat 1,05% ke posisi 6.264,68 pada penutupan sesi II pada Rabu lalu.

Data perdagangan mencatat, indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) ini bahkan sempat menyentuh level tertinggi hariannya yakni 6.272 dan terendah sempat di 6,225.

Sebanyak 236 saham naik, 243 saham merosot dan 149 saham stagnan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 10,23 triliun dan volume perdagangan mencapai 20,62 miliar saham. Frekuensi perdagangan tercatat 1,10 juta kali transaksi.


Investor asing pasar saham masuk ke Indonesia dengan catatan beli bersih asing (net buy) mencapai Rp 79,42 miliar di pasar reguler. Sementara, asing juga mencatatkan beli bersih di pasar negosiasi dan pasar tunai sebesar Rp 243,44 miliar.

Dalam sepekan terakhir, IHSG minus 1,76% dan sebulan terakhir IHSG mampu naik tipis 1,34%.

Di tengah rebound-nya IHSG, asing ternyata masih melepas saham 10 ini, baik pada perdagangan Rabu maupun dalam sepekan terakhir.

 

10 Top Net Foreign Sell (Reguler) di Rabu (10/3)

 

1. Astra International (ASII), net sell Rp 92,4 M, saham -1,81% Rp 5.425

2. United Tractors (UNTR), Rp 49,2 M, saham -5,88% Rp 21.200

3. Charoen Pokphand (CPIN), Rp 22 M, saham +3,79% Rp 6.850

4. Vale Indonesia (INCO), Rp 17 M, saham -0,44% Rp 4.530

5. Sarana Menara (TOWR), Rp 14 M, saham +0,86% Rp 1.175

6. Indofood CBP (ICBP), Rp 11 M, saham +0,60% Rp 8.375

7. Sentul City (BKSL), Rp 9,9 M, saham flat Rp 50

8. Antam (ANTM), Rp 9,6 M, saham flat Rp 2.230

9. Indah Kiat (INKP), Rp 8 M, saham +0,40% Rp 12.575

10. Gajah Tunggal (GJTL), Rp 8 M, saham -1,71% Rp 860

10 Top Net Foreign Sell (Reguler) Sepekan hingga Rabu (10/3)

1. Bank Central Asia (BBCA), net sell Rp 925 M, saham -4,21% Rp 33.525

2. Vale Indonesia (INCO), Rp 263 M, saham 23,54% Rp 4.530

3. Indofood CBP (ICBP), Rp 155 M, saham -4,01% Rp 8.375

4. Astra (ASII), Rp 149 M, saham -4,41% Rp 5.425

5. Charoen Pokphand (CPIN), Rp 110 M, saham +7,45% Rp 6.850

6. Bank BRI (BBRI), Rp 90,3 M, saham -4,54% Rp 4.630

7. Adaro (ADRO), Rp 58 M, saham -1,27% Rp 1.170

8. Telkom (TLKM), Rp 56 M, -1,16% Rp 3.400

9. Indofood (INDF), Rp 52 M, saham +1,59% Rp 6.400

10. Gudang Garam (GGRM), Rp 51,3 M, saham -2,03% Rp 36.250

Dua saham Grup Astra mencatatkan tekanan jual cukup tinggi pada perdagangan Rabu lalu. Nilai transaksi saham ASII mencapai Rp 360 miliar dengan volume perdagangan 66,2 juta saham.

Sementara transaksi saham UNTR mencapai Rp 383 miliar dengan volume perdagangan 17,8 juta. Sebulan asing keluar dari saham ASII mencapai Rp 2,41 triliun dan UNTR terjadi net buy asing Rp 85,17 miliar di pasar reguler.

Adapun dua saham nikel yakni INCO dan ANTM juga terkoreksi pada perdagangan Rabu dan dilepas asing. Saham INCO dilepas sebulan oleh asing Rp 196 miliar dan saham ANTM dibeli asing sebulan Rp 1,91 triliun.

Tim Riset CNBC Indonesia menilai sentimen dari rencana pembentukan holding PT Industri Baterai Indonesia (IBI) sebetulnya masih menjadi sentimen positif bagi saham-saham nikel.

Sebelumnya, Kementerian BUMN menyatakan holding perusahaan baterai di Indonesia akan terbentuk paling lambat Juli 2021. Ada empat BUMN yang terlibat dari kepemilikan holding BUMN baterai ini dengan masing-masing kepemilikan saham 25%. Mulai dari atau MIND ID atau PT Indonesia Asahan Aluminium/Inalum, PT Pertamina (Persero), ANTN, dan PT PLN (Persero).

Sebagai gambaran, PT IBI direncanakan bisa membuat baterai listrik hingga total berdaya 195 giga watt (GW) dengan mengonsumsi 150 ribu ton nikel per tahun. Tapi pada tahapan pertama dipatok hanya 33 GW produksi baterai listrik hingga 2030.

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)


Di Kutip Dari Berbagai Sumber

HOT NEWS