Kebenaran Saja Bisa Dianggap Hoaks – HOTNEWS – HOTNEWS
April 18, 2021

HOTNEWS

Penyedia Berita & Informasi Terupdate

Kebenaran Saja Bisa Dianggap Hoaks – HOTNEWS


BATANG – Meski menjadi semacam rekreasi pasca melewati tahun-tahun penuh kesedihan (amul huzni), peristiwa isra mi’raj tetap menjadi ujian tersendiri bagi Rasulullah Saw di masa-masa awal dakwahnya di Mekah. Karena tidak mudah menceritakan peristiwa mukjizat tersebut di hadapan masyarakat Quraisy saat itu.

“Rasulullah bahkan dituding menyebarkan hoaks, berita bohong dan gila. Bagaimana mungkin melakukan perjalanan Mekah-Palestina lantas mi’raj ke Sidratul Muntaha hanya dalam waktu kurang dari semalam. Sementara moda transportasi utama saat itu tak lebih dari unta, kuda, atau keledai. Saat itu, ini benar-benar ujian keimanan,” ungkap Direktur Lazismu Batang, Muntoro Abdurrohman, kemarin.

Menurutnya, isra mi’raj adalah sebuah peristiwa mukjizat yang bisa diterima dengan keimanan. Namun demikian, untuk membenarkan apa yang diceritakan Baginda Nabi Saw juga bisa dilakukan dengan memverifikasi sumber informasinya.

“Masalahnya yang menceritakan adalah Muhammad Saw, yang sejak kecil terkenal dengan reputasi kejujurannya, bahkan orang Quraisy sendiri yang memberikan gelar al-amin. Tak heran, seorang Abu Bakar tanpa ba-bi-bu langsung mengiyakan, asal yang mengatakan memang Muhammad Saw. Sebab dia yakin betul dengaan kejujuran Rasulullah. Tak heran Abu Bakar mendapat gelar As-Shidiq atau yang membenarkan,” terang Muntoro.

Namun seiring kemajuan zaman, peristiwa isra mi’raj disebutnya menjadi lebih mudah dipahami. Dengan pesawat komersil, saat ini Mekah-Palestina bisa ditempuh kurang dari 2 jam. Apalagi dengaan pesawat supersonic yang memiliki kecepatan 20.000 km/jam, maka jarak yang sama cukup ditempuh sekitar 13 menit.

“Saat ini, kita bisa menyebut peristiwa isra mi’raj sebagai isyarat sains. Nyatanya apa yang dianggap kebohongan, meski dikatakan banyak orang, belum tentu sebuah kebohongan. Jangankah Rasulullah di abad ketujuh, misi Neil Amstrong melakukan pendaratan pertama ke bulan pada 1969 saja kan masih ada yang mengangapnya hoaks, padahal abad 20 kan. Jadi soal benar atau bohong itu kadang bukan soal banyak-banyakan jumlah yang bersuara. Karena kadang yang benar saja bisa dianggap hoaks,” bebernya mengakhiri. (sef)

Dikutip dari Berbagai Sumber

HotNews