Waduh Nasdaq Melorot! Saham Tesla, Facebook dkk Jeblok

  • Bagikan


Jakarta, HOTNEWS – Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup beragam pada perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (12/3/2021) waktu AS atau Sabtu pagi waktu Indonesia.

Sebelumnya di perdagangan awal, bursa saham AS berayun ke jalur merah menyusul kekhawatiran seputar efek kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS terhadap kinerja emiten teknologi.

Data CNBC mencatat, Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup menguat 0,90% di posisi 32.778, sementara S&P 500 juga naik tipis 0,10% di level 3.943. Sedangkan Nasdaq berisi dominasi saham-saham teknologi minus 0,59% di posisi 13.319.


Saham-saham pendorong S&P di antaranya ViacomCBS melesat 10,34%, L Brands 8,88%, dan Boeing Co 6,21%. Saham Boeing juga menjadi pendorong DJIA, disusul saham Caterpillar naik 4,21% dan Goldman Sachs 1,96%. Adapun saham Microsoft minus 0,58%.

Di Nasdaq, saham-saham pemicu penurunan yakni JD.Com minus 6,66%, DocuSign turun 6,60%, sedangkan yang menahan laju penurunan yakni saham Trip.com naik 4,75% dan Walgreens naik 3,21%.

Sementara itu saham Tesla yang terjungkal lebih dari 3% di awal sesi akhirnya ditutup minus tipis 0,84%, disusul saham Netflix minus 0,96%, dan Facebook yang anjlok 2%. Saham Apple koreksi 0,76%, Amazon minus 0,77%.

“Yield yang lebih tinggi dan bank sentral yang kurang dovish kini dinilai sebagai ancaman terbesar bagi pasar saham,” tutur Ralf Preusser, perencana investasi surat utang Bank of America, sebagaimana dikutip CNBC International, Sabtu (13/3).

Menurut laporan Ned Davis Research, Nasdaq berisiko anjlok 20% lagi jika yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun yang menjadi acuan pasar surat utang tersebut menguat hingga menyentuh level psikologis 2%.

Namun, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS menekan kinerja mereka karena sifat bisnis mereka yang memang padat modal dan gemar menerbitkan surat utang. Malam ini, imbal hasil surat utang pemerintah AS tenor 10 tahun itu kembali naik, sebesar 8 basis poin, ke 1,61%.

Sepanjang pekan berjalan, Nasdaq melesat 3,7% dan menyalip kinerja indeks S&P 500 dan Dow Jones tatkala yield acuan pasar itu masih mentok di level tertingginya pada 1,53%. Di sisi lain, pemulihan ekonomi mendorong pemodal memburu saham siklikal yang bakal diuntungkan ketika pandemi berakhir.

Sinyal pemulihan ekonomi AS kian jelas setelah Presiden AS Joe Biden meneken stimulus pandemi berukuran jumbo, US$ 1,9 miliar alias setara dengan Rp 27.000 triliun.

Stimulus itu memasukkan bantuan langsung tunai (BLT) senilai US$ 1.400 ke warga AS, membiayai program vaksinasi senilai US$ 20 miliar dan bantuan untuk pemerintah lokal dan federal sebesar US$ 350 miliar.

Biden pada Kamis mengumumkan bahwa semua warga dewasa di AS akan mendapatkan vaksinasi selambat-lambatnya pada 1 Mei. Sentimen positif lain datang dari klaim pengangguran yang menunjukkan pelemahan.

[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)


Di Kutip Dari Berbagai Sumber

HOT NEWS

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *