Lelah jadi Anak Punk, Didik dan Rifky Kini Fokus Tekuni Usaha – HOTNEWS

  • Bagikan


BATANG – Di tengah kehidupan anak punk yang terkesan bebas dan liar, ternyata tidak sedikit yang akhirnya memilih hijrah dan kembali menjalani hidup normal. Seperti dikisahkan dua mantan anak punk asli Batang, Didik dan Rifky, yang kini telah fokus menekuni usaha untuk mendapatkan rizki yang halal.

Kisah titik balik keduanya dihadirkan khusus dalam program podcast bertajuk “Curhat Wihaji” perdana yang dipandu oleh Bupati Batang sendiri, Jumat (12/3/2021) sore.

Salah satu mantan anak punk, Didik Hasanudin menuturkan, dirinya sempat merasa hidup bebas saat menjadi anak punk. Dia bisa ke sana ke mari, tidur di sembarang tempat, tak mau shalat dan ibadah lainnya. Namun kebebasan dengan hidup bak menggelandang itu pada akhirnya melelahkan, sehingga Didik memutuskan berhenti dan kembali hidup normal. “Saya memilih berhenti, karena ingin hidup normal dan memperoleh kehidupan yang lebih baik,” tuturnya di hadapan Bupati Wihaji.

Sudah setengah bulan ini Didik menekuni usaha berjualan kopi di kawasan Alun-alun Batang. Meski tak mudah mencari nafkah, baginya itu jauh lebih menjanjikan dibanding hidup tanpa arah sebagai anak punk. “Maka kepada kawan-kawan yang masih hidup di jalanan, ayo kembali ke rumah, carilah pekerjaan yang halal untuk masa depan lebih baik,” ajaknya.

Modal usaha kopi sendiri diperoleh dari simpanan Didik selama ngamen dulu. Tetapi Jumat kemarin dia kaget dan senang karena selain bertemu Bupati Wihaji, juga dibantu tambahan modal. “Kaget aja diundang dan berbincang langsung dengan Pak Bupati, apalagi obrolannya ditayangkan langsung di chanel youtube,” ucapnya.

Sementara Bupati Wihaji menyatakan sengaja menghadirkan dua mantan anak punk karena ingin tahu lebih dalam soal sistem perkawanan di HOTNEWS anak punk guna mengambil pelajaran positif. Meskipun, secara umum masyarakat memandang anak punk secara negatif, karena mengganggu ketentraman.

Dikutip dari Berbagai Sumber

HotNews

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *