PT Ancora Indonesia Resources Tbk (“Ancora” | IDX: OKAS) melaporkan kinerja keuangan positif selama tahun 2024. Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis 25 Maret 2025, Ancora mencatat lonjakan laba bersih sebesar 210% dari USD8,38 juta pada 2023 mencapai USD25,95 juta pada 2024.
Kontribusi terhadap lonjakan ini didorong oleh peningkatan penjualan ammonium nitrat dan detonator yang memecahkan rekor produksi dan pencapaian target jasa peledakan pertambangan oleh PT Multi Nitrotama Kimia (MNK). Selain itu, kinerja positif juga dicapai oleh adanya efisiensi biaya operasional kontraktor pengeboran melalui salah satu anak usaha, PT Bormindo Nusantara (BN).
Ancora mencatat pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar US$40,46 juta pada 2024 atau meningkat sebesar 23% yoy dibandingkan US$32,66 juta pada tahun sebelumnya.
Presiden Direktur Ancora, Ratno “Ale” Paskalis Hendrawan Touor menyampaikan, pihaknya terus berupaya memaksimalkan potensi pertumbuhan dari ketiga lini bisnis utama melalui ekspansi proyek strategis demi pertumbuhan yang berkelanjutan.
“Pencapaian keuangan tahun 2024 menjadi refleksi dari komitmen Ancora dalam menjalankan strategi bisnis yang adaptif dan berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan. Kami terus mengoptimalkan kinerja operasional di setiap lini bisnis, memastikan efisiensi yang lebih baik, serta meningkatkan daya saing di pasar. Dengan hasil yang solid ini, kami semakin percaya diri untuk melangkah ke depan dengan inovasi dan ekspansi yang lebih agresif,” tutur Ale.
Di tengah dinamika industri yang terus berkembang, Ancora berfokus dalam mengelola tiga lini bisnis utama: produsen bahan peledak dan jasa peledakan (MNK), kontraktor pengeboran minyak dan gas (BN), serta tambang emas (ILBB).
Untuk diketahui, MNK merupakan pilar utama dalam bisnis Ancora sekaligus pendorong pertumbuhan dan peluang diversifikasi di masa depan. Memiliki rekam jejak selama lebih dari 35 tahun, MNK menjadi produsen detonator elektronik pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memasok sekitar 30% pasar detonator non-elektrik domestik. MNK terus mencatatkan pertumbuhan penjualan yang berkelanjutan di seluruh segmen bisnis inti, mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan pelanggan serta keyakinan pasar. Dalam dua tahun terakhir, MNK melakukan pencapaian rekor produksi baru, yaitu peningkatan perakitan detonator sebesar 7% dibanding tahun sebelumnya dan pertumbuhan produksi ammonium nitrat sebesar 9% di tahun 2024.
Kinerja positif yang sama juga ditunjukkan oleh BN, atas pencapaian produktivitas rig yang meningkat sebesar 12% dibanding periode yang sama di tahun lalu. Adapun capaian ini berhasil diraih berkat permintaan yang tinggi terhadap layanan pengeboran (drilling services) dan layanan lainnya untuk proyek-proyek baru.
Sementara melalui lini bisnis yang ketiga, PT Indotan Lombok Barat Bangkit (ILBB), Ancora menargetkan pembangunan tambang emas di Lombok Barat mulai 2025. Ale menjelaskan, proyek ILBB akan dibangun pada 2025 dan mulai beroperasi pada 2026. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi guna memperkuat pendapatan di tengah tren kenaikan harga emas. Dalam tahap pra-operasional ini, Ancora pun terus memperkuat keterlibatan dengan masyarakat lokal di Lombok Barat. Seperti berkontribusi dalam pengembangan infrastruktur, termasuk peningkatan fasilitas pendidikan di sekolah-sekolah lokal dan kontribusi dalam pembangunan serta renovasi masjid dan infrastruktur keagamaan lainnya.
Dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berkembang, di tahun 2025 ini Ancora akan berfokus pada belanja modal dalam pembangunan infrastruktur pada tambang, pabrik pengolahan emas, serta pembangunan pabrik booster (blasting accessories).
“Investasi di 2025 bukan hanya tentang ekspansi, tetapi juga tentang membangun fondasi yang lebih kuat untuk masa depan Ancora. Dengan fokus pada pengembangan infrastruktur pertambangan dan pabrik pengolahan emas, serta pabrik booster, kami ingin memastikan bahwa setiap langkah yang kami ambil memberikan dampak jangka panjang, baik bagi perusahaan maupun industri secara keseluruhan. Ke depan, kami akan terus mengedepankan inovasi, keberlanjutan, dan kolaborasi strategis untuk menciptakan nilai yang lebih besar.” tutup Ale.
Komitmen ini juga diwujudkan melalui pembentukan task force risk, sustainability, dan transformation sebagai inisiatif strategis untuk memastikan pertumbuhan jangka panjang. Fokus utama inisiatif ini meliputi stabilitas keuangan, transformasi bisnis, efisiensi operasional, penguatan tata kelola perusahaan (GCG), peningkatan kemitraan, serta penerapan prinsip sustainability (ESG) demi keberlanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan.
Artikel ini juga tayang di VRITIMES