Oknum Inisial RM Diduga Lakukan Investasi Bodong di Desa Kaliasin, Tanjung Bintang Lampung Selatan..
HOTNEWS
TANJUNG BINTANG, Lampung Selatan – Pihak kepolisian di Kabupaten Tanjung Bintang sedang menyelidiki dugaan kasus investasi bodong yang dilakukan oleh seseorang dengan inisial RM yang berdomisili di Desa Kaliasin, Kecamatan Tanjung Bintang. Kasus ini diduga telah merugikan sejumlah masyarakat dengan jumlah kerugian yang masih dalam tahap penghitungan.
Dilansir dari sumber terkait, RM diduga menawarkan skema investasi dengan janji keuntungan tinggi dalam waktu singkat, bahkan menyatakan bahwa investasi yang ditawarkannya bebas risiko. Ia juga mengklaim memiliki izin resmi dari lembaga terkait, namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, tidak ditemukan bukti pendaftaran atau izin sah apapun terkait skema investasi tersebut.
“Kami telah menerima laporan dari beberapa masyarakat yang merasa dirugikan. Saat ini penyidikan masih berlangsung untuk mengumpulkan bukti dan mengidentifikasi jumlah korban serta besarnya kerugian yang ditimbulkan,” ujar salah satu petugas kepolisian yang tidak ingin disebutkan namanya.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih hati-hati dalam menerima tawaran investasi, terutama yang menjanjikan keuntungan tidak wajar. “Selalu periksa legalitas perusahaan atau produk investasi melalui saluran resmi seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelum memutuskan untuk berinvestasi,” tambahnya.
Masyarakat yang merasa menjadi korban atau memiliki informasi terkait kasus ini diminta untuk segera menghubungi pihak kepolisian setempat untuk membantu proses penyidikan.
Berita di atas dibuat berdasar kan narasumber. Jika Anda ingin mengetahui informasi tentang kasus investasi bodong yang sebenarnya terjadi di wilayah tersebut, disarankan untuk mengakses situs resmi media massa atau menghubungi pihak berwenang seperti kepolisian atau OJK untuk mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya. Anda juga bisa mencari tahu cara memverifikasi legalitas sebuah investasi agar tidak menjadi korban penipuan, ya?











