Daerah

Pasca Bencana Banjir Kritik Vitamin Demokrasi Bagi Pemerintah Pusat dan Daerah Bukan Racun.

×

Pasca Bencana Banjir Kritik Vitamin Demokrasi Bagi Pemerintah Pusat dan Daerah Bukan Racun.

Sebarkan artikel ini
Pasca Bencana Banjir Kritik Vitamin Demokrasi Bagi Pemerintah Pusat dan Daerah Bukan Racun.

Hotnews.web.id.Aceh Timur_Kritik yang sehat seharusnya dipandang sebagai vitamin bagi demokrasi, bukan dianggap sebagai racun yang melemahkan. Pesan itu disampaikan oleh Mukhsin Ka.Biro media Hotnews kabupaten Aceh Timur. Kamis (25/12/2025).

” Jangan disalahartikan atau salah memaknai kritik dan saran. Cuma orang atau kelompok yang berperilaku toxic yang gagal paham,” ujar pria yang akrab disapa Bang Husen itu menanggapi dinamika politik dan pemerintahan di Aceh Timur.

Menurutnya, kritik kerap disalahartikan sebagai serangan politik, padahal sejatinya lahir dari kepedulian masyarakat. Jika ruang kritik ditutup, maka dialog publik akan semakin sempit, bahkan berpotensi hilang.

Baca Juga:
Sri Mulyani Bicara Usai Rumahnya Dijarah, Kritik dan Makian Pun Bagian dari Demokrasi
” Pembangunan yang sehat justru membutuhkan ruang terbuka bagi suara jujur, meski pahit terdengar,” tegasnya.

Husen menekankan bahwa ancaman terbesar bukan semata datang dari luar, melainkan bisa muncul dari lingkaran dalam kekuasaan itu sendiri. Jika tim di sekitar Bupati hanya menyajikan pujian tanpa berani menyampaikan fakta lapangan, maka arah kebijakan dapat salah langkah.

” Itu ibarat pengendara yang hanya melihat jalan lurus, tapi lupa jurang di sisi kiri dan kanan,” katanya memberi perumpamaan.

Baca Juga:
Jurnalis Dikeroyok Saat Investigasi, PPWI: Ini Bukan Hanya Serangan terhadap Demokrasi!
Ia juga mengingatkan agar ujaran kebencian, fitnah, dan adu domba tidak diberi ruang. Hal itu hanya akan melemahkan soliditas tim pemerintahan dan meruntuhkan kepercayaan rakyat.

” Kritik sejati justru tanda cinta. Masyarakat yang berani menyuarakan kekurangan pelayanan publik sebenarnya sedang menunjukkan kepedulian,” ujarnya.

Lebih jauh, Husen menegaskan bahwa diamnya rakyat bukan berarti setuju, melainkan sinyal hilangnya harapan. Itu lebih berbahaya daripada ribuan kritik keras. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk mengedepankan objektivitas demi Aceh Timur yang lebih maju dan produktif.

” Pemerintah seyogyanya membuka diri, tidak hanya pada pujian, tetapi juga pada kritik yang jujur. Yang menyelamatkan pemimpin bukanlah pengikut yang pandai memuji, melainkan rakyat yang berani mengingatkan saat langkah mulai goyah,” pungkasnya.

Bupati Al-Farlaky Sambut Mendagri di Lokop, Paparkan Kondisi Pascabanjir

Namun demikian sudut pandang yang terlihat sampai hari ini Respons Pemerintah (Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si ):, terlihat menerima kritik sebagai masukan dan vitamin demokrasi. Mendengarkan, memahami, dan melakukan tindak lanjut atas masukan publik serta memperbaiki komunikasi agar lebih empatik dan tidak defensif.

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al farlaki, tegaskan jangan sampai ada warga yang kelaparan.

“Saya secara akal sehat dan tidak ada unsur paksaan dari pihak manapun, memohon maaf kepada bapak Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., jika kritikan via voice pesan suara saya kegrup mitra polres jika menyinggung serta terpelintir dengan ucapan yang tak pantas.” Ucap Mukhsin Ka.Biro Media Hotnews kabupaten Aceh Timur. (HMr)

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP