Hotnews.web.id.Aceh Timur_Terkait isu yang telah beredar terhadap kepala SMKN Taman Fajar, Azwar Malik Rangkuti, S.Pd dengan dugaan melakukan pembodohan kepada para guru yang berada di bawah kepemimpinannya, membuat resah sebagian masyarakat Aceh Timur.
Kepala SMKN Taman Fajar, Kabupaten Aceh Timur, Azwar Rangkuti, Spd dengan tegas membantah tudingan yang menyebut dirinya merekayasa kegiatan pelatihan pembelajaran Koding guru yang seharusnya dilaksanakan selama empat hari namun dipadatkan hanya menjadi satu hari. Isu tersebut sempat diterbitkan oleh salah satu media online dan menimbulkan berbagai persepsi di masyarakat.
“Berita itu tidak benar. Pelatihan akan d lanjutkan 3 hari lagi dalam mingu ini sebagaimana yang telah direncanakan. Karena terkendala jadwal pemateri sehingga pelaksanaannya dilakukan secara estafet, bukan dipadatkan menjadi satu hari,” tegas Azwar saat via chat whatshap awak media Hotnews. Senin (25/8/2025).
Azwar menjelaskan, pelatihan pembelajaran Koding para guru di SMKN Taman Fajar memang belum rampung karena terkendala ketersediaan jadwal pemateri. Sejauh ini baru satu hari pelaksanaan yang sudah berjalan, sedangkan tiga hari sisanya akan dilanjutkan dalam pekan ini sesuai agenda yang telah ditetapkan.
“Jangan sampai ada kesalahpahaman. Guru-guru di SMKN Taman Fajar sangat cerdas, dan tidak mungkin saya sebagai kepala sekolah berniat membodohi guru saya sendiri. Kalau guru dibodohi, bagaimana nanti dengan anak didiknya? Jadi, isu ini hanya salah pengertian saja,” tambahnya.
Lebih lanjut, Azwar menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan pelatihan sesuai jadwal. Kegiatan tersebut dinilai sangat penting untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas pengajaran di SMKN Taman Fajar.
“Pelatihan pembelajaran Koding adalah investasi besar bagi peningkatan kompetensi tenaga pendidik. Dengan pelatihan ini, saya berharap para guru semakin profesional dan mampu menghadirkan pembelajaran yang berkualitas bagi siswa,” jelasnya.
Azwar juga menegaskan bahwa anggaran kegiatan pelatihan ini bersumber dari Dana BOS Kinerja Tahun 2025, sehingga penggunaannya sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami akan pastikan seluruh rangkaian pelatihan selesai dilaksanakan, karena ini menyangkut peningkatan mutu pendidikan. Semoga tidak ada lagi kesalahpahaman terkait hal ini,” pungkas Azwar Rangkuti.
“Pesan singkatnya, jika ada pihak-pihak yang selama ini menduga saya telah melakukan pembodohan terhadap guru, itu tidak benar”. (HMr).









