Daerah

Ormas RAPI Bergerak! Salurkan Bantuan ke Korban Banjir Aceh Timur: “Jangan Biarkan Rakyat Makin Menderita!”

×

Ormas RAPI Bergerak! Salurkan Bantuan ke Korban Banjir Aceh Timur: “Jangan Biarkan Rakyat Makin Menderita!”

Sebarkan artikel ini
Ormas RAPI Bergerak! Salurkan Bantuan ke Korban Banjir Aceh Timur: “Jangan Biarkan Rakyat Makin Menderita!”

Hotnews.web.id.Aceh Timur_Organisasi Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) sebuah organisasi sosial nirlaba resmi di Indonesia yang menjadi wadah bagi pengguna radio komunikasi (pemegang Izin Komunikasi Radio Antar Penduduk/IKRAP) untuk bersinergi, membantu pemerintah dalam penyebaran informasi, serta terlibat dalam kegiatan sosial dan kebencanaan, dengan mengedepankan gotong royong dan nilai kebersamaan dalam jaringan radio komunitasnya.

Pantauan RAPI wilayah kabupaten sudah bergerak dihari pertama bencana banjir, yang mana telah melumpuhkan jalur lintas antar kecamatan dan sekitarnya di Kabupaten Aceh Timur. Provinsi Aceh, kembali mengetuk nurani banyak pihak. Tanpa menunggu instruksi dan tanpa agenda seremoni, Ormas Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Aceh Timur turun langsung mengantar bantuan logistik untuk warga yang terdampak, Senin (8/12/2025).

Rombongan berangkat dari Posko bencana Ormas RAPI di depan perpustakaan kab aceh Timur jalan medan banda Aceh Peureulak, yang di pimpin langsung Ketua Ormas RAPI setempat, Sukriadi alias Gambit. Mereka bergerak bersama didampingi oleh pengurus lainnya dalam satu barisan aksi solidaritas Banjir dengan tekad kepedulian atas rasa kemanusiaan.

Bantuan disalurkan ke sejumlah titik banjir terparah, dimulai dari desa Alur canang kec.Rantau Peureulak, desa kemuning serta desa Tanoh rata, desa Blang Seuneubok dan bandrong kec. Peureulak kota. Hari ini keposko RAPI di Peureulak barat dn besok akan kita salurkan keposko RAPI dikec.Peunarun.

“Bantuan Logistik yang disalurkan merupakan donasi dari warga sekitaran Peureulak, masyarakat kota Banda Aceh serta warga lombok provinsi Bali.” Jelas Gambit.

Lanjutnya, donasi yang diterima berupa beras, minyak goreng, mie instan, roti, langsung kita hantarkan kepenampungan pengungsian warga yang mulai kelaparan, sebab tidak adanya stok makanan yang tersedia, terisolasi di akibatkan genangan banjir, di tambah lagi dengan belum tergamaknya bantuan apapun yang di terima oleh para korban baik dari Pemerintah Provinsi ataupun dari Pemerintah Kabupaten Aceh Timur.

“Kami tidak mengucilkan pemerintahan kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh serta pemerintah pusat, namun bencana banjir yang terjadi saat ini memasuki katagori bencana nasional, tentu tidak semua kempengusian bakalan tergamak oleh mereka, demi kebutuhan bertahan hidup masyarakat Aceh Timur upaya ini kami lakukan dengan segala upaya dan kemampuan yang ada. Pungkas Sukriadi yang sering disapa Bang Gambit.

Sejumlah warga mengaku mulai dari awal banjir, sudah mulai kehabisan bahan makanan akibat aktivitas ekonomi berhenti total.

“Rumah warga sudah Enam hari terendam. Warung tutup, dapur warga tidak bisa dipakai, anak-anak sudah mulai banyak yang demam,”
ucap Nazarudin (57) warga desa setempat yang menerima kedatangan Tim, dengan raut wajah keras serta bola mata yang berlinang air mata.

“Ini Bukan Panggung Pencitraan.”
Ketua Ormas RAPI Sukriadi, yang didampingi para pengurusnya menegaskan bahwa aksi kami ini adalah murni panggilan hati demi rasa kemanusiaan.” Tegasnya.

“Kami hadir bukan untuk pencitraan, bukan mencari panggung. Rakyat sedang kesusahan maka kita bergerak. Pemerintah harus lebih sigap. Bencana tidak bisa menunggu rapat atau tanda tangan, jika tidak mampu izinkan negara luar untuk masuk menjalankan misi kemanusiannya,” tegasnya.

Warga Minta Pemerintah Peduli
Meski bantuan dari para relawan sudah mulai berdatangan, saat ini warga masih membutuhkan air bersih, selimut, pakaian layak pakai, tenda pengungsian, obat dan layanan kesehatan.

“Kami berterima kasih kepada Relawan dari Aliansi Ormas RAPI wilayah kabupaten Aceh Timur, yang datang dengan bersusah payah malam maupun pagi begini, tapi kami juga menunggu pemerintah hadir langsung membantu dan memperhatikan serta memperbaiki rumah kami, bukan hanya kirim laporan,”
kata Alfarizi (37), salah satu warga korban banjir didesa Alur Canang.

Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa rakyat bergerak lebih cepat dibanding birokrasi. Aliansi Ormas Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Aceh Timur memastikan gerakan ini bukan bantuan sekali ini saja.

“Selama banjir masih menghimpit warga, kami akan kembali dan berusaha membantu dengan sekuat tenaga ,” tegas Gambit sebelum melanjutkan perjalanan ke titik lokasi lainnya, walau di serta Hujan. (HMr)

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP