Hotnews.web.id.Aceh Timur_Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon Pasca Banjir, menyoroti pembangunan Rumah Sementara(Huntara) untuk korban terdampak banjir di Kabupaten Aceh Timur yang dinilai dalan proses perencanaan tidak memperhatikan faktor ekologi. Selasa, 13 Januari 2026.
Aspek ekologi merupakan kajian tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup (organisme) dengan lingkungannya, termasuk interaksi antar makhluk hidup itu sendiri dan dengan komponen abiotik (tanah, air, udara) untuk memahami struktur, fungsi, serta pola distribusi dan kelimpahan organisme di alam. Aspek ini mencakup faktor-faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, tanah, serta bagaimana faktor-faktor tersebut mempengaruhi kehidupan dan bagaimana makhluk hidup memanfaatkan sumber daya alam secara lestari.
Secara sederhana, aspek ekologi menjawab pertanyaan “Siapa tinggal di mana, berapa banyak, dan bagaimana mereka berinteraksi dengan rumahnya (lingkungan)?”.
Ketua Umum Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon pasca banjir Aceh. Masri, menyebutkan, pembangunan Huntara di Gampong Pante Rambong Kecamatan Pante Bidari Kabupaten Aceh Timur tanpa mempertimbangkan aspek ekologis, sehingga dikhawatirkan akan menjadi masalah baru terhadap korban terdampak.
Sudah kita cek ke lapangan, pembangunan Huntara sebanyak 312 unit yang akan dan sedang dibangun, baik yang komunal maupun personal, sebagian yang mulai di bangun berada di daerah rendah dan rawan tergenang air bila hujan deras,” sebut Masri.
Seharusnya Kata Masri, pihak pemerintah khususnya BNPB dalam membuat perencanaan dapat mempertimbangkan aspek ekologi dan psikologi korban terdampak, bila terjadi cuaca ektrim sewaktu -sewaktu Huntara tidak tenggelam.
“Selain lokasi daerah rendah, cor lanta sangat rendah hanya berkisar 4 cm, lebih tinggi lumpur daripada lantai, bila turun hujan semua lumpur dan air akan masuk mengalir dalam Huntara, ” kata Masri.
Masri mengupamakan, Huntara yang dibangun di Gampong Blang Nie, Kecamatan Simpang Ulim, bangunan menggunakan tiang mencapai 25 cm sampai 50 cm lebih.
“Seharusnya.dibangun seperti di Gampong Blang Nie, lantai lebih tinggi menggunakan tiang,” tandas Masri.
Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon Pasca Banjir Aceh, minta pihak pemerintah untuk evaluasi kembali bangunan Huntara di Gampong Pante Rambong maupun Gampong lainnya bila perencanaan bangunan lantai rendah.
“Kalau dibangun jangan asal asalan, harus diperhatikan aspek ekologi maupun psikoligi masyarkat,” tutup Masri.
Sementara itu Syahrizal Fauzi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kab.Aceh Timur, saat ingin dikonfirmasi terkait sorotan Aliansi Pers kawal Rehab Rekon Pasca Bencana terhadap Huntara Gampong Pante Rambong Kecamatan Pante Bidari Kabupaten Aceh Timur yang terindikasi tanpa mempertimbangkan aspek ekologis, sampai berita ini diterbitkan belum bisa ditemui. (HMr)








