BeritaDaerahNasional

Forwatu Banten: Desak APH Tutup Stock pie Batu Bara di Wilayah Pamubulan Bayah

×

Forwatu Banten: Desak APH Tutup Stock pie Batu Bara di Wilayah Pamubulan Bayah

Sebarkan artikel ini

Hitnews.web.id – Lebak Banten – Jum’at 26 Desember 2025 Presidium Forwatu Banten bersama Sekretaris Forwatu Banten dan Stafsus Bidang Publikasi dan Mobilisasi lakukan Sidak ke Stock pile Batubara Pamubulan Bayah.

Berdasarkan Laporan Warga Stock pile Batubara Pamubulan yang diduga dimiliki oleh Oknum R tersebut telah meresahkan masyarakat.

Menurut Arwan kedatangan Forwatu Banten dalam rangka memastikan Stock pile Batubara Pamubulan tersebut tidak layak berdiri di sekitar warga dan belum memiliki Izin IUP.

“Sebaiknya tak ada lagi Stock pile Batubara yang berdiri di wilayah yang RTRW nya tidak menyarankan dibuka dilokasi tersebut apalagi lokasi itu dibuka disekitar rumah Warga. Ini perlu perhatian serius dari Pemerintah.” Tegas Arwan.

Stock pile batubara melanggar aturan sering terjadi di Indonesia, umumnya terkait izin lokasi (tidak sesuai Tata Ruang/RTRW), izin lingkungan (AMDAL/UKL-UPL tidak sesuai/tidak punya), hingga dampak lingkungan seperti polusi debu dan pencemaran air, seringkali menimbulkan keresahan warga dan desakan penegakan hukum, dengan sanksi mulai dari teguran, denda, hingga penutupan, namun penindakan seringkali lambat dan bergantung pada pemerintah daerah atau pusat, serta melibatkan isu dugaan permainan ilegal dan kerugian negara.

“Saya minta dengan segala hormat Lokasi Stock pile Batubara Pamubulan yang dimiliki oleh Insial R segera ditutup atau Kami akan Laporkan Pidananya! Ini sudah meresahkan Warga setempat!” Lanjut Arwan.

Sementara itu Warga yang tinggal disekitar lokasi Stockpile merasa keberatan akan adanya Stockpile di sekitar rumahnya.

“Saya mah pak ga bisa berbuat apa-apa, kalau kering ini debu nya lumayan mengganggu mau jemur pakaian saja ga bisa pak! Kalau musim hujan air tanah saya ga berani minum karena tercemar makanya kami minum dari air galon aja tiap hari tuh lihat didalam stock air galon kami. Kami cukup terganggu pak!” Ungkap Kusnadi.

Saat ditanya kompensasi oleh Forwatu Banten Kusnadi menyatakan bahwa hanya dikasih 75 Ribu per bulan.

“Cuma 75 Ribu per bulan pak ga akan cukup apa apa! Saya mah setuju pak kalau ditutup!” Curhat Salah seorang Keluarga yang menempati rumah sekitar Stock pile.

“Saya ajarkan cara memberi, hari ini saya berikan uang Seratus Ribu rupiah untuk Ibu ini (Sambil Menunjuk) agar jadi miroring bagi pengusaha untk menghargai warga dan paling penting tak ada toleransi untuk Stock pile yang telah merusak lingkungan sekitar!” Tutup Arwan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *