Hotnews.web.id – WAINGAPU—Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Waingapu menegaskan komitmennya dalam mendukung penertiban angkutan barang guna mewujudkan keselamatan transportasi dan kelancaran arus logistik di wilayah pelabuhan.
Hal itu sebagai tindaklanjut dari arahan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Kementerian Perhubungan terkait penanganan kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL).
Kepala KSOP Kelas IV Waingapu, Dr. Fadly Afand Djafar dalam keterangannya menjelaskan, komitmen tersebut diwujudkan melalui pengawasan operasional bongkar muat serta penerapan sistem digital dalam pengelolaan kendaraan angkutan barang di pelabuhan.
Dr Fadly mencontohkan pada kegiatan operasional kapal TB. Cipta 1202 dan BG. Satria 2401 saat melaksanakan kegiatan bongkar muatan batubara sebanyak kurang lebih 4.000 ton milik PT. MSM untuk kebutuhan operasional gula bersama PT Pelindo di Pelabuhan Waingapu.
“Dalam pelaksanaan bongkar muat tersebut, tercatat sebanyak 300 truk telah comply dan terdaftar dalam sistem STID (Single Truck Identification Data) sebagai bagian dari penerapan tata kelola kendaraan angkutan barang yang lebih tertib, terukur, dan terintegrasi,” ujarnya.
Dr. Fadly menyampaikan bahwa penerapan STID dan SIMON TKBM merupakan langkah strategis dalam mendukung modernisasi layanan kepelabuhanan serta mendukung kebijakan penanganan ODOL secara bertahap dan berkelanjutan.
“Penanganan ODOL tidak hanya berkaitan dengan penegakan aturan, namun juga menyangkut keselamatan, efisiensi logistik, serta peningkatan kualitas pelayanan pelabuhan. Melalui penerapan STID dan SIMON TKBM, seluruh kendaraan dan aktivitas tenaga kerja dapat terdata dan terpantau secara lebih transparan dan akuntabel,” tegasnya.
Sementara itu, General Manager PT Pelindo Cabang Waingapu, Imam Haromain, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terbangun bersama KSOP Waingapu dan seluruh stakeholder dalam mendorong digitalisasi operasional pelabuhan.
“Implementasi sistem ini sangat membantu dalam menciptakan kelancaran arus kendaraan dan bongkar muat di pelabuhan. Dengan sistem yang lebih tertata, pelayanan menjadi lebih cepat, efisien, dan profesional,” ungkapnya.
Testimoni positif juga disampaikan oleh Heru, selaku Pelaksana JPT PT. KA4 Expedition. Menurutnya, penerapan STID memberikan manfaat nyata bagi pengguna jasa angkutan barang.
“Kami merasakan proses operasional menjadi lebih tertib dan jelas. Pendataan kendaraan lebih rapi, antrean lebih teratur, dan waktu pelayanan menjadi lebih efektif dibanding sebelumnya,” tuturnya.
Di sisi lain, Ketua Koperasi TKBM turut menyampaikan manfaat yang dirasakan sejak implementasi SIMON TKBM diberlakukan di Pelabuhan Waingapu.
“SIMON TKBM membantu pengelolaan tenaga kerja menjadi lebih transparan dan tertata. Pembagian kerja lebih jelas, administrasi lebih mudah, dan kepercayaan tenaga kerja terhadap sistem semakin meningkat,” tandasnya.
KSOP Waingapu bersama PT Pelindo dan seluruh stakeholder terkait terus memperkuat sinergi dalam menciptakan sistem pelayanan pelabuhan yang modern, aman, transparan, dan berdaya saing, sekaligus mendukung kelancaran distribusi logistik di wilayah Sumba Timur.
Melalui langkah ini, diharapkan tercipta budaya transportasi yang lebih tertib dan profesional serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.(Re)







