Uncategorized

Tangisan pilu warga di salah satu desa terpencil yang berada di kecamatan pintu rime gayo masih menunggu uluran dan bantuan logistik

×

Tangisan pilu warga di salah satu desa terpencil yang berada di kecamatan pintu rime gayo masih menunggu uluran dan bantuan logistik

Sebarkan artikel ini
Tangisan pilu warga di salah satu desa terpencil yang berada di kecamatan pintu rime gayo masih menunggu uluran dan bantuan logistik

Hotnews.web.id|Bener Meriah-: Warga yang bermukim di sejumlah desa terpencil di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, hingga kini masih hidup dalam keterbatasan dan mengharapkan perhatian serta uluran bantuan nyata dari pemerintah setempat.

 

 

Kondisi geografis yang sulit dijangkau, minimnya infrastruktur dasar, serta keterbatasan akses pelayanan publik menjadi persoalan yang belum sepenuhnya teratasi.

 

 

Beberapa desa di wilayah tersebut dilaporkan masih menghadapi kondisi jalan rusak parah, bahkan sebagian belum tersentuh pengaspalan.

 

 

Saat musim hujan, jalan tanah berubah menjadi lumpur licin yang menyulitkan mobilitas warga, termasuk anak-anak sekolah, petani, serta warga yang membutuhkan layanan kesehatan.

 

 

Akses menuju pusat kecamatan maupun kabupaten kerap memakan waktu berjam-jam, dengan risiko keselamatan yang tidak kecil.

 

 

Selain infrastruktur jalan, warga juga mengeluhkan keterbatasan fasilitas pendidikan dan kesehatan. Sekolah dengan kondisi bangunan sederhana dan minim sarana belajar masih menjadi pemandangan umum.

 

 

Tenaga pendidik dan tenaga medis pun terbatas, sehingga pelayanan tidak maksimal. Dalam kondisi darurat medis, warga sering kali harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan pertolongan.

 

 

 

Dari sisi ekonomi, mayoritas masyarakat Pintu Rime Gayo menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perkebunan tradisional.

 

 

Namun, keterbatasan akses pasar, sarana produksi, serta pendampingan membuat hasil pertanian belum mampu meningkatkan kesejahteraan warga secara signifikan.

 

 

Harga komoditas yang tidak stabil semakin memperberat beban hidup masyarakat desa terpencil.

 

 

Tokoh masyarakat setempat menyampaikan harapan agar pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat lebih serius memperhatikan kondisi wilayah pedalaman.

 

 

Mereka menilai pembangunan belum sepenuhnya merata dan masih terpusat di wilayah yang mudah dijangkau.

 

Warga berharap adanya program pembangunan berkelanjutan, mulai dari perbaikan infrastruktur, peningkatan layanan dasar, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

 

Disamping itu yang paling di butuhkan oleh warga adalah seperti air bersih, listrik dan logistik. Selama masa bencana ini, warga ada menerima bantuan, tapi tidak mencukupi yang di Terima adalah satu kali Terima cuman dua atau tiga mok, atau di perkira skitar satu kg setengah (1’5 kg) untuk satu samapai dua minggu.

 

 

“Yang kami butuhkan bukan sekadar janji, tetapi bukti nyata. Jalan yang layak, sekolah yang memadai, dan layanan kesehatan yang mudah diakses,” ungkap salah satu warga.

 

 

Pemerintah daerah diharapkan dapat segera mengambil langkah konkret melalui alokasi anggaran yang tepat sasaran, kolaborasi lintas sektor, serta pengawasan yang berkelanjutan.

 

 

Dengan perhatian dan dukungan yang serius, masyarakat desa terpencil di Kecamatan Pintu Rime Gayo optimistis dapat keluar dari ketertinggalan dan menikmati hasil pembangunan secara adil dan merata, sebagaimana cita-cita pembangunan nasional.

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP