Berita

BRIGADE PANGAN PERKASA DESA PAYA SENGAT PRIHATIN: POMPA AIR DAN SALURAN IRIGASI RUSAK SELAMA 6 BULAN LEBIH, PETANI GAGAL TANAM HINGGA DUA MUSIM

×

BRIGADE PANGAN PERKASA DESA PAYA SENGAT PRIHATIN: POMPA AIR DAN SALURAN IRIGASI RUSAK SELAMA 6 BULAN LEBIH, PETANI GAGAL TANAM HINGGA DUA MUSIM

Sebarkan artikel ini
BRIGADE PANGAN PERKASA DESA PAYA SENGAT PRIHATIN: POMPA AIR DAN SALURAN IRIGASI RUSAK SELAMA 6 BULAN LEBIH, PETANI GAGAL TANAM HINGGA DUA MUSIM

Hotnews.web.id.Aceh Timur, Jumat [07/04/2026] – Masyarakat Desa Paya Seungat, khususnya kelompok Brigade Pangan Perkasa, menyatakan keprihatinan mendalam terhadap kondisi kerusakan pompa air dan saluran irigasi yang hingga saat ini belum juga diperbaiki. Kerusakan yang terjadi pasca bencana banjir beberapa bulan yang lalu itu sudah berlangsung selama lebih kurang 6 bulan lebih, namun belum ada tindakan nyata untuk pemulihannya.

Ketua Brigade Pangan Perkasa desa Paya Seungat, Jumat (18/04/2026) bersama anggota sedang memantau dap pompa air yang rusak akibat bencana banjir beberapa bulan yang laluKetua Brigade Pangan Perkasa, Muhammad Wahyudi, bersama anggota dan warga prihatin, belum ada upaya perbaikan dari pemkab Aceh Timur, Jumat (17/04)

Akibat kerusakan yang menimpa infrastruktur pertanian tersebut, para petani di wilayah itu telah kehilangan kesempatan untuk menggarap sawah selama dua periode musim tanam padi. Seharusnya, dalam kurun waktu tersebut para petani sudah dapat memanen hasil pertaniannya, namun kenyataannya lahan pertanian mereka masih terancam kekeringan karena tidak adanya aliran air yang lancar.

Tokoh Masyarakat desa Paya Seungat, Aki Rayeuk. Jumat (17/04)

Salah satu tokoh masyarakat yang akrab disapa Aki Rayek menyampaikan permohonan kepada pemerintah, baik di tingkat Kabupaten Aceh Timur, Pemerintah Provinsi Aceh, maupun Pemerintah Pusat, agar dapat segera merespons dan menangani masalah ini dengan cepat.

“Kami meminta kepada pemerintah kabupaten, provinsi, sampai pemerintah pusat agar segera bertindak. Tidak hanya pompa air yang rusak, beberapa titik saluran irigasi yang mengaliri air ke Desa Teumpen dan Desa Paya Sengat juga hancur dan longsor. Kondisi ini sangat mempengaruhi roda perekonomian masyarakat di sini,” ujar Aki Rayeuk saat memberikan keterangan kepada awak media.

Lebih lanjut, Aki Rayek menegaskan bahwa masalah ini tidak boleh dianggap remeh atau dijadikan bahan permainan politik belaka. Mengingat sebagian besar warga Desa Paya Sengat bermata pencaharian sebagai petani, kelancaran akses air irigasi adalah nyawa bagi kehidupan mereka.

“Kami berharap pemerintah jangan bermain-main dengan perputaran roda ekonomi rakyat. Apalagi mayoritas penduduk di sini adalah petani. Jika dibiarkan terus-menerus tidak dapat bekerja dan mencari nafkah, dikhawatirkan akan menimbulkan dampak negatif lain di tengah masyarakat akibat ketidakmampuan mereka memenuhi kebutuhan hidup,” tegasnya.

Ketua Brigade Pangan Perkasa, Muhammad Wahyudi, terpantau sangat prihatin terhadap kondisi dap pompa air serta saluran irigasi yang sampai saat ini belum juga diperbaiki, nasib petani terancam. Jumat (17/04).

Selain itu, Ketua Brigade Pangan, Perkasa Desa Paya Sengat, Muhammad Wahyudi juga menyampaikan harapan khusus kepada Bapak Menteri Pertanian agar dapat meninjau langsung kondisi di lapangan dan memprioritaskan perbaikan kerusakan pompa air serta saluran irigasi tersebut.

“Kami sebagai pengurus Brigade Pangan Perkasa tidak dapat berbuat banyak untuk memperbaiki kerusakan yang ada. Padahal, alat-alat pertanian yang sudah kami terima untuk keperluan kelompok sampai saat ini juga tidak dapat difungsikan karena para petani tidak dapat melakukan aktivitas pertaniannya akibat saluran irigasi yang tidak berfungsi. Apalagi sekarang sudah memasuki musim kemarau, sehingga para petani hanya bisa berdiam diri di rumah masing-masing tanpa dapat bekerja di sawah,” jelas Muhammad Wahyudi selaku Ketua Brigade Pangan Perkasa.

Oleh karena itu, Aki Rayeuk selaku tokoh masyarakat Desa Paya Sengat bersama Ketua Brigade Pangan Perkasa meminta perhatian serius agar perbaikan segera dilakukan, terutama pada dua aspek utama: memperbaiki saluran irigasi yang longsor dan hancur, serta membenahi pompa air agar dapat berfungsi kembali untuk mengalirkan air ke persawahan di kedua desa tersebut.

“Sudah dua musim tanam berlalu, belum ada tanda-tanda perbaikan. Kami berharap bantuan dan perhatian pemerintah, termasuk dari Kementerian Pertanian, segera hadir agar para petani dapat kembali beraktivitas, alat-alat pertanian yang ada dapat dimanfaatkan, dan roda perekonomian masyarakat dapat berputar kembali seperti sedia kala,” pungkas Aki Rayek

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP