Daerah

Terkait Usulan Sulfur Dikelola BUMD Aceh Timur,Mukhsin Rusli Nilai Nafsu Kuat Tenaga Kurang.

×

Terkait Usulan Sulfur Dikelola BUMD Aceh Timur,Mukhsin Rusli Nilai Nafsu Kuat Tenaga Kurang.

Sebarkan artikel ini
Terkait Usulan Sulfur Dikelola BUMD Aceh Timur,Mukhsin Rusli Nilai Nafsu Kuat Tenaga Kurang.

Hotnews.web.id.Aceh Timur_Beredar pemberitaan di sejumlah media Online, terkait usulan seorang aktivis Aceh Timur yang mendesak PT.Medco E&P Malaka menyerahkan pengelolaan material sulfur kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Aceh Timur.

Adapun BUMD yang di maksud yakni PT.Aceh Timur Energi Mineral (ATEM), Pernyataan tersebut terdengar cukup serius, bahkan akan ada upaya mengkonsolidasikan suatu aksi yang layak dan berkesinambungan hingga tuntutannya itu dipenuhi.

Persoalan tersebut menjadi perbincangan dan menuai reaksi dari sejumlah kalangan dengan beragam sudut pandang, diantaranya dari Mukhsin seorang Pemerhati kebijakan publik yang menilai pernyataan desakan pengelolaan sulfur oleh BUMD Aceh Timur terlalu dipaksakan.

Mukhsin. menjelaskan narasi yang demikian terlalu percaya diri dan berpotensi mempermalukan nalar publik, mengingat PT.ATEM salah satu BUMD Aceh Timur yang tidak terlalu berpengaruh untuk mendorong pendapatan asli daerah (PAD) dari sejak didirikan, dikarenakan pengelolaan yang masih kurang efektif.

“Narasi seperti itu terlalu percaya diri, cukup berpotensi untuk membuat malu nalar publik, karena usulan tersebut menyertakan dan mengatasnamakan masyarakat, sedangkan PT.ATEM tidak ada manfaat untuk PAD sejak didirikan, mungkin karena kepengurusan yang tidak baik.” Pungkasnya.

Kendati demikian Mukhsin menyarankan agar sebelum melangkah lebih jauh, PT.ATEM terlebih dahulu mengevaluasi internal kepengurusan dan aliran dana ditubuh internal serta perencanaan program yang tepat dan bermanfaat untuk PAD Aceh Timur.

Sebagai putra daerah kab. Aceh Timur Mukhsin optimistis, jika PT.ATEM di bawah Pimpinan Muntasir (Pang AGE) sebagai Direktur Utama yang baru mampu menjalankan dan mengembangkan perusahaan plat merah tersebut ke arah yang lebih baik.

Lebih lanjut Mukhsin berharap jangan ada lagi narasi provokatif terendus kepublik seperti persoalan pengelolaan sulfur PT.Medco E&P Malaka, memberikan usulan itu baik demi kemajuan, namun membangun konsolidasi dan melakukan aksi sampai tuntutannya terpenuhi itu terlalu dipaksakan dan tidak baik dalam hubungan bilateral.

Mukhsin juga berharap agar setiap narasi mesti dilandasi subtansi yang jelas dan tepat, namun statement tampa subtansi yang jelas hanya memperkeruh keadaan dan dinilai ocehan semata. (Tim)

\ Get the latest news /

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP